ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

Kenali Apa Itu Pubertas Dini, Risiko, dan Pencegahannya!

Kenali Apa Itu Pubertas Dini, Risiko, dan Pencegahannya!

07 Feb 2024

Kenali Apa Itu Pubertas Dini, Risiko, dan Pencegahannya!

Pubertas pada umumnya terjadi pada usia 10-14 tahun untuk anak perempuan, dan 12-16 tahun untuk anak laki-laki. Namun, terkadang ada hal yang menyebabkan pubertas terjadi lebih awal atau yang sering disebut dengan pubertas dini. Pada anak yang mengalami pubertas dini, biasanya gejala pubertas terjadi di usia 8 tahun pada anak laki-laki dan 9 tahun pada anak perempuan.

Pubertas dini bisa terjadi akibat berbagai hal, seperti:

  • Anak mengalami stres
  • Gaya hidup kurang sehat seperti pola makan yang tidak terjaga dan kurangnya aktivitas
  • Terpapar bahan kimia seperti paraben. Melansir dari org, hal ini pernah diteliti oleh University of California berkolaborasi dengan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Baca Juga: Pubertas Dini pada Anak, Apa Ya Penyebabnya?

Pada saat mengalami pubertas, akan terjadi banyak perubahan pada seorang anak. Tidak hanya dari bentuk fisik saja, tetapi juga memengaruhi pola pikir, kehidupan sosial, serta kondisi psikologisnya. Misalnya saja pada kehidupan sosial, pada masa ini hubungan sosial yang dirasakan mungkin berbeda, seperti mulai tumbuhnya rasa suka pada lawan jenis, atau keinginan lebih untuk tampil menarik.

Pada anak yang mengalami pubertas dini, perubahan-perubahan tersebut akan muncul pada usia lebih awal dari yang seharusnya. Pada anak perempuan pertanda pubertas tersebut bisa muncul di usia 8 tahun dan pada anak laki-laki terjadi di usia 9 tahun.

Dampak Terjadinya Pubertas Dini

Pubertas sebenarnya hal yang pasti dialami setiap anak dan menjadi penanda bahwa anak mulai memasuki usia remaja dan beranjak dewasa. Namun, ketika terjadi terlalu awal maka akan memberikan pengaruh yang kurang baik bagi anak, di antaranya:

  • Kondisi Mental.

Baik anak yang mengalami pubertas dini maupun pubertas dalam usia normal, masalah mental atau emosional sebenarnya bisa terjadi. Namun, dampak pada mental dan emosional anak bisa lebih besar pengaruhnya pada anak yang mengalami pubertas dini dibandingkan dengan anak yang pubertas di usia normal. Penyebabnya, adalah karena anak harus menghadapi semua perubahan tersebut sendirian, sementara teman-teman di sekitarnya belum mengalaminya.

Pada usia menjelang pubertas, anak akan lebih suka berada sejajar dengan teman seusianya. Ketika anak mengalami pubertas dini, maka anak akan menjadi yang pertama mengalami banyak perubahan, khususnya perubahan fisik. Hal ini dapat menyebabkan anak kehilangan kepercayaan dirinya karena malu merasa berbeda dari teman seusianya.

Misalnya postur tubuh anak berkembang dengan cepat karena sudah mengalami pubertas, sementara teman seusianya belum mengalaminya. Perbedaan postur tubuh ini akan membuat anak merasa berbeda dari teman-temannya. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko anak mengalami depresi jika tidak ditangani secara tepat.

Related Articles

First Timer
20 Sep 2019

Menstruasi yang Nggak Normal Itu Gimana sih?

Menstruasi yang terjadi pada setiap cewek itu berbeda-beda, begitu juga sama volume darah menstruasi...
First Timer
31 Aug 2019

Kok, Aku Nggak Merasakan PMS ya?

Teman-temanmu sering mengeluhkan nyeri perut, sakit kepala, moody atau tiba-tiba ingin ngemil menjel...
First Timer
30 Jul 2019

Bahaya Nggak ya, Kena Diare Pas Menjelang Menstruasi?

Kamu pernah kena diare sebelum menstruasi? Pasti rasanya nggak enak banget, deh. Tapi kamu tau nggak...