ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

Hal yang Akan Dialami Tubuhmu Setelah Ovulasi

Hal yang Akan Dialami Tubuhmu Setelah Ovulasi

09 Jan 2020

Hal yang Akan Dialami Tubuhmu Setelah Ovulasi

Girls, kamu tau nggak? Sebenarnya setelah tubuh kamu berovulasi, indung telur melepaskan sel telur matang, sistem reproduksi akan memasuki fase luteal. Periode ini berlangsung tepat saat sel telur matang dilepaskan sampai sekitar 14 hari kemudian dan berakhir ketika menstruasi terjadi, kalau sel telur yang dilepaskan nggak dibuahi. Sewaktu sel telur dilepaskan, folikel sel telur itu membentuk struktur yang disebut Corpus Luteum.

Kamu juga harus tau nih, Girls, fungsi corpus luteum ini adalah menghasilkan hormon progesteron, supaya rahim siap ketika embrio yang terbentuk sebagai hasil pembuahan menempelkan diri. Progesteron yang dihasilkan corpus luteum menyebabkan terbentuknya lapisan dalam dinding rahim, menebal, terisi cairan dan nutrisi untuk memberi nutrisi pada embrio yang kelak menempel.

Dampak dari progesteron ini menyebabkan suhu tubuh sedikit meningkat selama fase luteal dan tetap meningkat sampai menstruasi dimulai. Kenaikan suhu ini dapat dijadikan tanda telah terjadinya ovulasi. Sebenarnya selama fase luteal, terjadi juga peningkatan kadar estrogen. Kondisi ini juga merangsang endometrium untuk menebal. Selain penebalan dinding rahim, peningkatan kadar estrogen dan progesteron menyebabkan kelenjar ASI di payudara membesar. Akibatnya, payudara bisa membengkak dan menjadi sangat sensitif ketika tersentuh, Girls.

Ketika sel telur matang yang udah dilepaskan itu nggak dibuahi, dan nggak ada embrio yang menempel pada endometrium, sehingga corpus luteum akan diluruhkan. Periode peluruhan endometrium ini berlangsung selama 14 hari setelah ovulasi, dan ditandai penurunan kadar estrogen dan progesteron secara drastis. Pada saat yang sama, seorang perempuan akan mengalami menstruasi, Girls.

Sebaliknya, kalau terjadi pembuahan, dan ada embryo menempel, sel-sel di sekitar embrio akan memroduksi hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin). Hormon ini menjaga supaya corpus luteum tetap memroduksi progesteron, sampai janin yang sedang tumbuh itu bisa memroduksi sendiri hormonnya. Keberadaan HCG inilah yang dideteksi oleh alat uji kehamilan instan (testpack), untuk memastikan terjadinya kehamilan.

Nah, udah paham kan, Girls, dengan hal yang akan tubuhmu alami setelah terjadinya ovulasi? Kamu nggak perlu cemas ya, hal ini memang wajar dialami wanita yang udah memasuki usia dewasa, Girls. Sebaiknya kenali tanda-tanda tubuhmu mulai sekarang, supaya kamu nggak kaget saat mengalami periode ovulasi ya, Girls!

Yuk, jangan lupa ajak teman-temanmu baca artikel ini, Girls! Supaya mereka juga mengetahui hal penting yang terjadi setelah mereka mengalami ovulasi!

Related Articles

Healthy Body
24 Oct 2019

Kok Terasa Nyeri dan Keluar Darah?

Kamu pernah mengalami nyeri saat buang air kecil, Girls? Atau jangan-jangan ada darah yang ikut kelu...
Healthy Body
03 Dec 2019

Berapa Kali Aku Harus Melakukan Paptest?

Para ahli kesehatan udah lama banget menganjurkan supaya perempuan selalu melakukan paptest (atau di...
Healthy Body
03 Dec 2019

9 Langkah Supaya Area Vaginamu Tetap Bersih dan Sehat!

Kamu sadar nggak sih, Girls, kalau area genital cewek itu punya bentuk yang khas banget. Terdiri dar...