ask dr laurier
Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

Benarkah Long Covid Ganggu Siklus Menstruasi?

Benarkah Long Covid Ganggu Siklus Menstruasi?

Author: Tim Edukasi Laurier

17 Jan 2022

Benarkah Long Covid Ganggu Siklus Menstruasi?

Apa kamu pernah dengar istilah Long Covid? Istilah ini biasanya cukup akrab di telinga para penyintas Covid-19. Beberapa orang yang mengalami Long Covid menderita beberapa keluhan, salah satunya yaitu terganggunya siklus menstruasi. Apakah hal ini benar? Simak infonya di artikel ini ya, girls.

Apa itu Long Covid

Long covid

Long Covid adalah kondisi di mana seorang penyintas COVID-19 masih merasakan gejala penyakit tersebut dalam jangka waktu yang lama, bahkan setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sendiri menggunakan istilah post-covid conditions untuk menggambarkan kondisi ini.

Gejala-gejala ini bisa berlangsung selama 4—5 minggu, bahkan hingga bulanan. Dilansir dari The Conversation, Kantor Statistik Nasional Inggris memperkirakan bahwa sekitar 13% -15% anak-anak mengalami Long Covid lebih dari lima minggu. Bahkan, di Italia, lebih dari separuh anak-anak dengan Covid-19 memiliki setidaknya satu gejala yang menetap selama 17 minggu setelah didiagnosis. 

Menurut sebuah studi yang dipimpin oleh University of Leicester, 70?ri 1.000 pasien yang dirawat di rumah sakit di Inggris pada tahun 2020 belum sepenuhnya pulih hingga rata-rata lima bulan setelah meninggalkan rumah sakit. Di Indonesia sendiri, terdapat 63,5% penyintas Covid-19 di Indonesia mengalami gejala Long Covid. 

Faktanya, studi tersebut juga menyebutkan bahwa wanita paling terpengaruh oleh gejala jangka panjang dari infeksi Covid-19. Selain wanita, kelompok lanjut usia (lansia) di atas 50 tahun serta orang-orang dengan indeks massa tubuh yang tinggi atau kegemukan juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami long Covid.

Gejala Long Covid

Dari penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran UI dan Rumah Sakit Persahabatan pada bulan Maret 2021 lalu, tiga gejala yang paling umum dialami oleh para penderita long COVID yaitu kelelahan, batuk, dan nyeri otot. 

Sementara itu, dikutip dari CDC, gejala-gejala umum Long Covid adalah sebagai berikut, kesulitan bernapas, kelelahan, gejala yang memburuk setelah aktivitas fisik atau mental, kesulitan berpikir atau berkonsentrasi (kadang-kadang disebut sebagai “kabut otak“), batuk, sakit dada atau perut, sakit kepala, detak jantung cepat atau berdebar, nyeri sendi atau otot, perasaan tertusuk jarum, diare, masalah tidur, demam, pusing saat berdiri (kepala terasa ringan), ruam, perubahan suasana hati, perubahan bau atau rasa, dan perubahan siklus menstruasi. 

Dikutip dari Medical News Today, salah satu pasien Covid-19, Rose mengungkapkan bahwa ia merasakan perubahan pada siklus menstruasinya. Hal senada juga diungkapkan Julia, seorang wanita 40-an tahun, yang mengalami gejala Long COVID.

Siklus menstruasi

COVID-19 sebenarnya gak secara langsung memicu gangguan menstruasi. Tetapi, stres yang tubuh alami saat dan sesudah mengalami Covid-19 memang bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Hal ini biasanya berakibat pada siklus menstruasi yang gak teratur. 

Selain itu, efek samping pengobatan yang dikonsumsi hingga faktor lain seperti tekanan psikis, kelelahan, kurang tidur, kurang olahraga, kegemukan, pola makan tidak sehat, dan penyakit tertentu seperti sindroma ovarium polikistik, hipertiroidisme, adenoma hipofisis, juga sakit-sakit kronis lain pun bisa juga turut membuat menstruasi menjadi terlambat.

Untuk meminimalkan efek Long Covid terhadap gangguan siklus menstruasi, bisa dilakukan dengan memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat. Contohnya, dengan rutin berolahraga setiap 2-3 hari sekali, rutin mengonsumsi sayur serta buah yang kaya kandungan antioksidannya, membatasi konsumsi makan makanan instan, menjaga berat badan supaya ideal, menenangkan hati dan pikiran, menjaga waktu tidur teratur 6-9 jam setiap hari, tidak meminum obat tanpa rekomendasi dokter. 

Laurier

Jika siklus menstruasi kamu sudah normal, pastikan kamu gunakan pembalut yang bikin nyaman dipakai seharian. Sebagai rekomendasi, kamu bisa gunakan Laurier Active Day X-Tra Wing. Ini adalah pembalut siang tanpa gel dengan dengan Fiber Dry Tech dan  pengunci bocor instan yang menyerap dan kunci cairan seketika sehingga permukaan tetap kering. Pembalut ini cocok buat kamu karena bebas bocor saat olahraga dan aktivitas lainnya walau sedang hari deras ya girls! 

Related Articles

Author: Tim Edukasi Laurier
10 Nov 2023

Kista Bartholin: Apa Itu dan Bagaimana Tandanya?

Apakah kamu pernah merasakan pembengkakan pada area sekitar vagina, Girls? Kalau semisal pernah, mun...
Author: Tim Edukasi Laurier
02 Jan 2023

Trichomoniasis Dapat Menyebabkan HIV, Benarkah?

Trichomoniasis adalah salah satu penyakit menular seksual yang rentan dialami oleh perempuan, khusus...
Author: Tim Edukasi Laurier
28 Jun 2021

Apakah Minum Kopi Dilarang Saat Menstruasi? 

Tidak jarang orang menyukai kopi, termasuk perempuan. Bahkan beberapa diantaranya menjadikan kopi se...