ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

Yuk, Berikan Sex Education yang Tepat Sesuai Usia Anak!

Yuk, Berikan Sex Education yang Tepat Sesuai Usia Anak!

24 Oct 2023

Yuk, Berikan Sex Education yang Tepat Sesuai Usia Anak!

Dulu, sex education dianggap sebagai sesuatu yang tabu atau tidak boleh dibicarakan, apalagi secara terbuka. Padahal, sex education gak cuma berkaitan dengan seks saja, tapi punya  arti yang lebih luas, seperti anggota tubuh, sistem reproduksi, seks, pubertas, termasuk juga mengenai menstruasi. Bahkan, sex education sangat disarankan untuk diajarkan orang tua sejak anak masih berusia dini. Jadi, yuk, berikan anak sex education yang tepat sesuai dengan usianya!

Baca Juga: Tips Mendidik Anak Tentang Seks yang Mudah Dipahami

Usia 0-2 tahun

Sejak anak lahir hingga usia 2 tahun, kamu bisa memulai sex education melalui aktivitas yang dilakukan. Tentu saja, pada usia ini edukasi yang diberikan belum terlalu mendalam karena anak masih pada usia dini yang belum terlalu bisa memahaminya.

Namun, hal yang sangat penting adalah jangan pernah membiasakan anak untuk tidak berpakaian di depan orang lain, kecuali saat mandi dan berganti pakaian. Bahkan, ketika anak sudah mulai usia satu tahun, ada baiknya jika mulai biasakan anak untuk berganti pakaian di ruang tertutup. Hal ini sangat penting untuk membiasakannya merasa malu jika menunjukkan anggota tubuhnya, terutama area pribadinya, di depan umum.

Usia 3-5 tahun

Pada usia ini, rasa ingin tahu anak akan semakin besar, termasuk anggota tubuh. Jadi, mulailah mengenalkan bagian tubuh anak padanya, termasuk alat kelaminnya. Jangan gunakan bahasa kiasan, tetapi katakan dengan istilah aslinya. Seperti vagina untuk alat kelamin perempuan, dan penis untuk alat kelamin laki-laki. Tujuannya, agar anak tidak mengalami misinformasi saat mendengar istilah-istilah tersebut di kemudian hari.

Kamu juga bisa mulai memberikan pemahaman tentang privasi pada anak. Seperti bagian tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh dan dilihat oleh banyak orang, dan siapa saja yang boleh menyentuhnya. Biasakan juga anak untuk mengikuti adab berpakaian yang baik, tidak hanya saat di luar rumah tetapi juga saat di dalam rumah.

Ajarkan juga untuk menghormati privasi orang lain, seperti mengetuk kamar saat mau memasuki kamar orang lain dan juga mengetuk pintu saat mau ke kamar mandi dan pintu tertutup. Berikan pemahaman bahwa setiap orang memiliki privasi yang harus dihargai oleh orang lain.    

Pada usia ini, anak juga mungkin mulai penasaran dengan asal muasal bayi dan bagaimana bayi bisa keluar dari tubuh ibunya. Apalagi jika saat ini kamu sedang hamil lagi. Kamu bisa menjelaskan dengan kalimat yang mudah dipahami tetapi tetap menggunakan istilah aslinya. Ada baiknya, jika sebelum menjelaskan kamu bertanya dulu pada anak, apa yang sudah ia ketahui. Tujuannya agar kamu bisa meluruskan informasi salah dari apa yang sudah diketahui anak.

Related Articles

Motherhood
26 Aug 2022

4 Cara Untuk Meningkatkan Kualitas Sel Telur

Untuk bisa memiliki keturunan, ada banyak sekali faktor pendukungnya. Dari mulai kesehatan dan kekua...
Motherhood
17 Jul 2020

Makanan yang Dilarang Saat Hamil, Mitos atau Fakta?

Saat hamil, pasti banyak banget cerita yang kamu dengar dari orang-orang di sekitarmu mulai dari car...
Motherhood
17 Jan 2020

Kenapa Ngidam Terus Pas Hamil?

Saat hamil sangat normal ngidam atau menginginkan sesuatu di waktu tertentu, iya kan, Moms? Kadang s...