6 Cara Menjaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi
ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

6 Cara Menjaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi

6 Cara Menjaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi

11 Oct 2021

 6 Cara Menjaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi

Pandemi yang berlangsung cukup lama membuat interaksi kita jadi terbatas. Beberapa dari kita mungkin ada yang merasa stress atau depresi. Beberapa bahkan ada yang merasa terganggu kesehatan mentalnya. Biar kesehatan jiwa kita gak terganggu berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan. 

Isu kesehatan mental atau jiwa cukup marak dibahas selama masa pandemi ini. Maklum, pandemi membuat interaksi kita dengan orang lain jadi terbatas, belum lagi himpitan ekonomi yang terjadi. Bertepatan dengan Hari Kesehatan Jiwa pada 10 Oktober, ada baiknya kita membahas lebih lanjut tentang apa itu kesehatan jiwa, apa saja gejala-gejalanya, hingga bagaimana cara mengatasinya. 

Apa itu kesehatan jiwa 

Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.  Kesehatan jiwa biasanya dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang.

Jika kesehatan jiwa terganggu, maka timbul yang disebut dengan gangguan jiwa. Gangguan jiwa ini bisa mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.

Beberapa jenis gangguan jiwa yang umum ditemukan, antara lain depresi, gangguan bipolar, kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), hingga gangguan obsesif kompulsif (OCD). 

OCD adalah sejenis gangguan mental. Biasanya orang dengan OCD memiliki pikiran dan dorongan yang gak bisa dikendalikan dan berulang (obsesi), serta perilaku (paksaan) kompulsif. Contoh perilaku kompulsif adalah mencuci tangan 7 kali setelah menyentuh sesuatu yang mungkin kotor. Pikiran dan tindakan tersebut berada di luar kendali pengidap. 

Gejala gangguan jiwa 

menjaga kesehatan jiwa

Ada beberapa hal yang biasanya mengawali timbulnya gejala gangguan jiwa. Beberapa di antaranya, mulai dari sering berteriak atau berkelahi dengan keluarga dan teman-teman, halusinasi, kehilangan kemampuan untuk berkonsentrasi, ketakutan, ketidakmampuan untuk mengatasi stress, marah berlebihan dan rentan melakukan kekerasan, memiliki pengalaman buruk yang gak bisa dilupakan, memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.

Gejala lain yang bisa terjadi yaitu menarik diri dari orang-orang dan kegiatan sehari-hari, mendengar suara atau mempercayai sesuatu yang gak benar, mengalami nyeri yang gak bisa dijelaskan, mengalami perubahan suasana hati drastis yang menyebabkan masalah dalam hubungan dengan orang lain.

Hal-hal yang bisa jadi gejala gangguan jiwa yaitu merasa takut yang gak biasa, merasa tanpa harapan, menggunakan narkoba, perubahan drastis dalam kebiasaan makan, perubahan gairah seks, rasa lelah yang signifikan, gak bisa melakukan aktivitas sehari-hari, gak mampu memahami situasi dan orang-orang.

 

Kesehatan jiwa usia remaja 

Uniknya, gangguan kesehatan jiwa ini sering terjadi pada usia remaja. Data Riskesdas (riset kesehatan dasar) pada 2018 menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 6,1 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 11 juta orang. 

Pada usia remaja (15-24 tahun) memiliki persentase depresi sebesar 6,2 persen. Depresi berat akan mengalami kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri (self harm) hingga bunuh diri. Sebesar 80 – 90 persen kasus bunuh diri merupakan akibat dari depresi dan kecemasan. Kasus bunuh diri di Indonesia bisa mencapai 10.000 atau setara dengan setiap satu jam terdapat kasus bunuh diri. Depresi pada remaja bisa diakibatkan oleh beberapa hal seperti tekanan dalam bidang akademik, perundungan, faktor keluarga, dan permasalahan ekonomi.


Cara menjaga kesehatan jiwa 

Pandemi diprediksi masih akan berlangsung cukup lama, oleh sebab itu kita sebaiknya mengelola kesehatan jiwa dengan baik. Ada beberapa yang bisa dilakukan. Berikut ini beberapa di antaranya. 

menjaga kesehatan jiwa

1. Mengonsumsi makanan bergizi

Kesehatan jiwa dipengaruhi kesehatan tubuh. Oleh sebab itu, konsumsilah makanan yang mengandung protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat. Beragam nutrisi tersebut bisa kamu dapatkan dari nasi dan sereal, buah-buahan, sayuran, makanan laut, daging, kacang-kacangan, serta susu.

2. Hentikan kebiasaan buruk 

Sebisa mungkin mulailah menghentikan atau minimal mengurangi berbagai kebiasaan buruk agar kesehatan jiwa kamu tetap terjaga. Misalnya, kalau kamu adalah seorang perokok, coba hentikan kebiasaan buruk tersebut mulai dari sekarang. 

Merokok akan meningkatkan risiko kamu terinfeksi kuman penyakit. Selain itu, hentikan juga konsumsi minuman beralkohol. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol dapat mengganggu kesehatan fisik maupun mental Anda.

Kebiasaan buruk lain yang juga perlu dihentikan adalah kurang beristirahat atau sering begadang. Jika kurang istirahat, kamu akan cenderung lebih mudah mengalami kecemasan dan mood kamu pun akan lebih gak stabil.

3. Melakukan hobi yang disukai

Selama menjalani karantina di rumah, kamu bisa melakukan hobi atau aktivitas yang disukai. Misalnya memasak, membaca buku, atau menonton film. Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan tersebut juga dapat menghilangkan rasa jenuh.

4. Bijak memilah informasi

Batasi waktu kamu untuk menonton, membaca, atau mendengar berita mengenai pandemi, baik dari televisi, media cetak, maupun media sosial untuk mengurangi rasa cemas. Meski begitu, jangan menutup diri sepenuhnya dari informasi yang penting. Pilah informasi yang kamu terima secara kritis dan bijak. Dapatkan informasi mengenai pandemi hanya dari sumber yang tepercaya. Biasakan untuk saring dulu informasi sebelum kamu akan sharing info tersebut. 

5. Menjaga komunikasi dengan keluarga dan sahabat

Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, teman, dan rekan kerja kamu, baik melalui pesan singkat, telepon, atau video call. Kamu bisa menceritakan kekhawatiran dan kecemasan yang dirasakan. Dengan cara ini, tekanan yang kamu rasakan bisa berkurang sehingga jadi lebih tenang.

6. Aktivitas fisik 

Berbagai olahraga ringan, seperti lari kecil atau lompat di tempat, bisa kamu lakukan selama di rumah aja. Dengan melakukan aktivitas fisik, tubuh kamu akan memproduksi hormon endorfin yang bisa meredakan stres, mengurangi rasa khawatir, dan memperbaiki mood. Selain itu, latihan peregangan dan pernapasan juga bisa membantu kamu untuk menenangkan diri. Jangan lupa untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk meningkatkan sistem imun tubuh. 



pembalut Laurier

Selama melakukan aktivitas fisik, pastikan kamu melakukannya dengan nyaman. Bagaimana jika sedang menstruasi deras-derasnya? Pilihlah pembalut yang nyaman, seperti Laurier Active Day X-tra Wing. Ini adalah pembalut siang tanpa gel dengan pengunci bocor instan menyerap dan kunci cairan seketika, sehingga permukaan tetap kering. Dengan pembalut ini, kamu bebas bocor saat olahraga dan aktivitas lainnya walau sedang hari deras. 

Itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar kesehatan jiwa tetap terjaga. Selain melakukan hal-hal di atas, pastikan juga kamu mengimbanginya dengan beribadah kepada Tuhan agar setiap yang kamu lakukan diberikan kemudahan ya, girls! 

 

Related Articles

Healthy Mind
19 Nov 2019

Punya Orang Tua Protektif

Orang tua yang protektif atau terlalu melindungi pasti menurutmu bakalan nggak asik banget. Iya kan?...
Healthy Mind
14 Nov 2019

3 Trik Simple Biar Cepat Dapat Sahabat

Pasti seru kan, lihat timeline social media orang lain yang dipenuhi foto jalan-jalan, dan berbagai ...
Healthy Mind
09 Dec 2019

Membantu Si Pemalu

Kamu punya sahabat yang pemalu nggak, Girls? Sahabat pemalu biasanya akan merasa minder, rendah diri...