4 Gejala Ovulasi yang Sering Diabaikan
ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

4 Gejala Ovulasi yang Sering Diabaikan

4 Gejala Ovulasi yang Sering Diabaikan

10 Jan 2020

4 Gejala Ovulasi yang Sering Diabaikan

Girls, saat tubuh perempuan sedang dalam masa ovulasi, informasi seputar gejala yang muncul adalah hal penting buat perempuan yang sedang merencanakan kehamilan. Tapi, sebenarnya selain perhitungan masa subur dan alat uji masa subur, ternyata ada 4 gejala yang bisa menandai terjadinya menjelang masa ovulasi lho, Girls!

  • Perubahan sifat cairan vagina.

Beberapa saat setelah menstruasi, produksi cairan vagina memang cenderung lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini wajar karena sistem reproduksi dalam fase membersihkan saluran vagina dari sisa sel darah menstruasi yang mungkin masih menempel di sepanjang saluran reproduksi. Tapi, beberapa saat setelahnya kalau kamu cermati, kamu bisa melihat kalau cairan vagina berubah menjadi lebih kental, bening dan lebih kenyal seperti lendir. Kondisi ini terjadi seiring memuncaknya kadar estrogen dan menandakan periode ovulasi. Perubahan sifat cairan ini pun berperan penting memudahkan sperma melewati saluran reproduksi, dan mencapai sel telur matang dengan mudah.

  • Nyeri di area perut

Nyeri di area perut sebelah bawah, pada satu sisi. Kondisi ini disebabkan karena, setiap satu siklus reproduksi, hanya ada salah satu indung telur yang melepaskan sel telur matang. Bersamaan dengan proses pelepasan sel telur itu, terjadi juga pelepasan cairan bahkan sedikit perdarahan di indung telur. Kondisi ini bisa menyebabkan seorang perempuan merasa nyeri, atau nggak nyaman selama beberapa hari di masa ovluasi.

  • Temperatur tubuh meningkat.

Girls, sebenarnya nggak mudah mendeteksi peningkatan suhu tubuh kalau nggak mengukurnya dengan termometer. Tapi, sebagian perempuan mengalami sensasi demam karena hal ini, dikarenakan meningkatnya progesteron.

  • Payudara terasa lembek dan sensitif.

Kalau pada fase sebelumnya, saat menstruasi payudara terasa kencang dan sensitif, maka pada periode ovulasi, payudara cenderung sensitif, tapi nggak kencang, sebaliknya menjadi lebih lembek. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan kadar progesteron.

So, udah tau kan, Girls? Sebenarnya nggak semua perempuan mengalami semua gejala ini. Tapi, setidaknya setiap perempuan mengalami gejala utama perubahan sifat cairan vagina. Jadi, kalau kamu mengalami salah satu di antara ketiga gejala lain, setelah menstruasi, segera cek kondisi cairan vaginamu ya, Girls. Kalau tubuhmu menunjukkan gejala di atas, maka kamu nggak perlu cemas, itu tandanya kamu sedang mengalami ovulasi, Girls.

Yuk, ajak teman-temanmu baca artikel ini, Girls! Supaya mereka juga bisa mengetahui 4 gejala ovulasi yang sering diabaikan!

Related Articles

Healthy Body
17 Jul 2020

Cara Aman Hilangkan Rambut di Area Payudara

Mungkin kamu merasa aneh dan risih dengan rambut yang tumbuh di area payudaramu, tapi ternyata kondi...
Healthy Body
04 Dec 2019

Ada Apa di Organ Reproduksiku?

Girls, kamu tau nggak, kalau sebagian organ reproduksi termasuk sebagai organ internal? Hal ini kare...
Healthy Body
25 Oct 2019

7 Cara Jaga Kesehatan Si “Miss V”

Selama ini, kamu rajin menjaga kebersihan dan kesehatan vaginamu nggak, Girls? Ternyata menjaga kese...