Makin Rutin, Makin Efektif
ask dr laurier

Makin Rutin, Makin Efektif

Makin Rutin, Makin Efektif

22 Oct 2019

Makin Rutin, Makin Efektif

Kamu pasti sering dengar tentang kanker serviks kan, Girls? Kanker serviks sampai saat ini dianggap sebagai silent killer yang mengancam jiwa perempuan. Salah satu solusi mencegah kanker tersebut adalah dengan memberikan vaksin HPV. Sesuai anjuran WHO, vaksin HPV sebaiknya didapatkan perempuan antara usia 14 – 20 tahun, secara lengkap sebanyak 3 kali, supaya bisa melindungi kesehatan reproduksi secara optimal.

Tapi, berdasarkan hasil penelitian yang dilansir oleh jurnal ilmiah The Lancet Child Adolescent Health Journal pada tahun 2018, dijelaskan bahwa para peneliti dari Kaiser Permanente Northern California's Division of Research, Oakland, menyatakan perlindungan optimal terhadap kanker serviks akan didapatkan oleh seorang perempuan kalau sebelumnya telah mendapatkan vaksin pertama pada usia 11 – 12 tahun, dan melengkapinya sebanyak 3 kali sebelum berusia lebih dari 20 tahun.

Kesimpulan ini didapatkan para peneliti setelah menganalisa kasus CIN2+ atau CIN3+ (Cervical Intraepithelial Neoplasia – Pertumbuhan sel yang nggak normal di permukaan serviks yang berpotensi berkembang menjadi kanker) pada perempuan dewasa muda dan remaja di California, AS. Data penelitian berasal dari Population Case-control Study, sejumlah 2.837 data kesehatan perempuan yang memeriksakan diri di pusat kesehatan Kaiser Permanente, dan minimal mendapatkan 1 kali vaksinasi.

Menurut para peneliti, hal ini perlu disadari karena penerima vaksinasi HPV antara usia yang dianjurkan itu relatif rendah, nggak mencapai 50% dari perempuan kelompok berusia 13 – 17 tahun ada di sana. Pernyataan ini ditulis oleh Michael J. Silverberg, salah seorang peneliti dalam laporan yang dijadikan sumber artikel tersebut.

“Dibandingkan dengan negara lain, vaksinasi HPV di Amerika relatif rendah. Hasil penelitian kami menemukan bahwa remaja putri dan perempuan muda yang tidak mendapatkan vaksin HPV lengkap pada usia 11 – 12 tahun masih bisa terlindungi kalau mereka mendapatkan vaksin HPV lengkap sebelum usia 20 tahun. Bukti mengarah bahwa perlindungan lebih baik kalau vaksin didapatkan pada usia muda, sedangkan setelah berusia 21 tahun, bukti efektif vaksin untuk melindungi tidak lagi jelas. Dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikan hal tersebut, terutama kalau vaksin baru didapatkan pada usia 21 – 26 tahun,” kata Michael.

Dijelaskan juga bahwa ada 23 perempuan yang didiagnosa mengalami kanker serviks selama penelitian. Cuma 3 orang di antara mereka yang diketahui mendapatkan vaksin lengkap, dan vaksin pertama diterima setelah mereka berusia 21 tahun. Selain itu, penulis laporan mengatakan bahwa dampak efisien perlindungan vaksin HPV yang diamati cuma terhadap kejadian kanker dan pra-kanker serviks aja, padahal vaksin HPV  juga punya manfaat untuk mencegah terjadinya beberapa infeksi seksual menular, seperti Dysplasia tingkat rendah (CIN1), infeksi HPV yang tidur dan kutil genital.

So, tunggu apa lagi, Girls? Yuk, rutin lakukan vaksin HPV sebelum umurmu lebih dari 20 tahun, supaya kamu bisa aman terlindungi dari penyakit kanker serviks! Jangan lupa share info ini ke teman-temanmu juga ya!

Related Articles
Adulthood
30 Jun 2019

Kram Menstruasiku Termasuk Parah Nggak, ya?

Pasti kamu pernah merasa kram atau nyeri perut pas lagi menstruasi, kan? Kamu harus tau lho, kram me...
Adulthood
17 Jan 2020

Mulai Usia Berapa sih, Boleh Pap Smear?

Girls, udah tau kan pap smear itu apa? Yups, pap smear adalah pemeriksaan untuk meliihat adanya sel ...
Adulthood
29 May 2019

Apa Benar Endometriosis Ada Hubungannya Sama Kecapekan?

Pernah dengar endometriosis? Endometriosis adalah gangguan kesehatan reproduksi akibat adanya jaring...