ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

Radang Panggul dan Menstruasi, Apakah Ada Hubungannya?

Radang Panggul dan Menstruasi, Apakah Ada Hubungannya?

29 Nov 2022

Radang Panggul dan Menstruasi, Apakah Ada Hubungannya?

Radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) adalah gangguan kesehatan pada  organ reproduksi perempuan. Penyakit ini dapat menyebabkan sejumlah komplikasi yang berhubungan dengan alat serta proses reproduksi. Kalau begitu, apakah ada hubungan antara radang panggul dan menstruasi? Yuk, cari tahu jawabannya dalam kelanjutan artikel ini!

Penyebab radang panggul

Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS UK) menyebut bahwa mayoritas kasus radang panggul disebabkan oleh bakteri penyebab infeksi seksual menular klamidia dan gonore, yaitu Chlamydia trachomatis dan Neisseria. Kedua bakteri ini akan menyebar dari vagina menuju leher rahim, saluran indung telur, ataupun ovarium. Dengan kata lain, transmisi radang panggul terjadi melalui aktivitas seksual.

Gejala radang panggul

Menurut berbagai sumber artikel kesehatan, penyakit radang panggul sering kali memiliki gejala tingkat ringan atau mirip dengan gejala penyakit lain, seperti endometriosis atau radang usus buntu. Beberapa pengidap penyakit ini malah tidak mengalami tanda atau gejala apa pun. Meski begitu, gejala-gejala radang panggul yang paling umum dapat berupa:

  • Sakit perut bagian bawah
  • Sakit saat berhubungan seksual
  • Pendarahan setelah berhubungan seksual
  • Sakit punggung bawah
  • Keputihan yang tidak normal
  • Menstruasi tidak teratur
  • Sakit saat buang air kecil
  • Sakit perut yang berujung diare atau muntah-muntah
  • Demam dan kelelahan

Komplikasi radang panggul

Penyakit radang panggul yang tidak diobati dapat menimbulkan berbagai efek samping. Misalnya jika infeksi terjadi di saluran indung telur, bagian tubuh ini akan memiliki bekas luka dan menyempit. Akibatnya, sel telur akan sulit bergerak dari ovarium ke rahim. Atau jika infeksi terjadi saluran reproduksi, jaringan parut dan kantong cairan yang terinfeksi (abses) akan muncul di area ini. Alhasil, organ reproduksi perempuan tersebut bisa mengalami kerusakan permanen.

Selain kedua kondisi di atas, komplikasi akibat radang panggul juga dapat berupa:

  • Kehamilan ektopik. Ini adalah kondisi kehamilan di luar rahim lantaran indung telur (tempat pembuahan terjadi) mengalami kerusakan hingga menghalangi pergerakan embrio menuju rahim. Alhasil, janin tumbuh di indung telur, leher rahim, atau rongga perut. Kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan masif yang mengancam jiwa.
  • Nyeri panggul kronis. Kondisi ini dipicu oleh pertumbuhan jaringan parut di indung telur dan organ panggul lainnya. Nyeri panggul kronis dapat menyebabkan rasa sakit selama berhubungan seksual dan fase ovulasi, juga menimbulkan masalah untuk tidur, bekerja, ataupun menikmati hidup. Pada sejumlah perempuan, nyeri panggul kronis bisa berlangsung selama 6 bulan atau lebih.
  • Infertilitas. Kondisi tidak subur ini terjadi saat organ reproduksi mengalami kerusakan. Persentase risiko infertilitas akan semakin tinggi apabila radang panggul terjadi berulang kali.

Related Articles

Healthy Body
08 May 2019

Cara Obati Miom dengan Teh Hijau

Girls, kamu harus tau nih, kalau ternyata para peneliti dari Meharry Medical College, Nashville, Ame...
Healthy Body
16 May 2023

Berat Badan Naik Menjelang Menstruasi, Normal atau Tidak ya?

Girls, tahu gak sih kalau ternyata berat badan yang naik bukan selalu karena banyak makan atau kuran...
Healthy Body
17 Dec 2020

Mengenal Senam Kegel & Manfaatnya untuk Kesehatan Reproduksi

Girls, apakah kamu sudah pernah mendengar istilah senam kegel? Kalau belum tahu apa itu senam kegel,...