Kenapa Muncul Keputihan Setelah Menstruasi?
ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

Kenapa Muncul Keputihan Setelah Menstruasi?

Kenapa Muncul Keputihan Setelah Menstruasi?

22 Sep 2021

Kenapa Muncul Keputihan Setelah Menstruasi?

Beberapa wanita sering bingung ketika mengalami keputihan setelah menstruasi. Biasanya, pada beberapa kasus, keputihan terjadi menjelang menstruasi. Nah kira-kira apa ya alasannya?

Sebelum membahas alasan mengapa keputihan dapat terjadi setelah menstruasi, simak informasi berikut ini ya. 

Pengertian Keputihan 

Keputihan sendiri dibagi menjadi dua, yaitu keputihan secara fisiologis atau alami dan keputihan sebagai kondisi patologis atau kelainan. Secara fisiologis atau secara normal, keputihan alami terjadi pada saat perubahan hormon, kondisi stres, efek samping penggunaan alat kontrasepsi, aktivitas seksual ataupun kehamilan. Sedangkan, keputihan dapat dikatakan sebagai kelainan saat jumlahnya tidak normal atau terjadi karena adanya infeksi, masuknya benda asing ke dalam vagina, atau masalah organ reproduksi. 

Penyebab Keputihan 

Lalu, apa ya penyebab keputihan? Seperti yang telah dijelaskan secara singkat di atas, keputihan bisa terjadi karena beberapa hal seperti : 

  • Keputihan pertama kali yang terjadi saat remaja mengalami menstruasi 

  • Keputihan akibat rangsangan seksual 

  • Keputihan karena dalam kondisi hamil dan menyusui 

  • Keputihan karena perubahan hormon : stres dan tanda memasuki siklus menstruasi 

  • Keputihan karena penyakit : infeksi jamur, hidupnya mikroorganisme, dan tumor


Gejala Keputihan 

Kira-kira apa ya tanda yang bisa kita perhatikan untuk bisa menentukan apakah seseorang mengalami keputihan? Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina secara alami untuk membersihkan organ kewanitaan dan menjaga kelembabannya. Tandanya kita mengalami keputihan adalah ketika keluar cairan berwarna bening atau putih yang tidak berwarna, tidak berbau menyengat, bertekstur seperti putih telur, dan meninggalkan bercak kekuningan pada pakaian dalam. 

Sedangkan, keputihan yang tidak normal ditandai dengan cairan berwarna putih kusam, tekstur padat seperti bubur, berwarna, baunya menyengat, jumlahnya sangat banyak, menimbulkan rasa gatal atau panas di sekitar vagina. Jika mengalami kondisi seperti ini, sebaiknya kamu segera periksakan ke dokter kandungan untuk mendeteksi adanya infeksi jamur atau bakteri pada vagina serta gangguan organ reproduksi lainnya. 

Ketika kamu mengalami keputihan yang tidak normal, kondisi ini berisiko menimbulkan radang panggul kronis dan dapat mempengaruhi kesuburan kamu. Selain itu, komplikasi keputihan lainnya adalah keputihan selama kehamilan yang jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan keguguran, lahir prematur, dan pecah ketuban dini.

Keputihan Setelah Menstruasi

Ada beberapa penyebab wanita mengalami keputihan setelah menstruasi. Pertama adalah pertanda memasuki masa ovulasi. Wanita dengan siklus menstruasi yang normal biasanya mengalami keputihan setelah menstruasi sekitar 2 minggu dihitung dari hari pertama menstruasi. Keputihan ini menandakan bahwa hormon estrogen sedang meningkat.

Keputihan setelah menstruasi juga bisa menandakan adanya infeksi jamur dan berkembangnya bakteri. Infeksi jamur biasanya ditandai dengan ciri keputihan yang tidak normal dan rasa gatal. Selain itu, perkembangan bakteri dalam vagina juga bisa menyebabkan keputihan.

Wanita yang sebelumnya pernah memakai kontrasepsi dan stop menggunakan kontrasepsi bisa mengalami keputihan selesai menstruasi karena produksi kadar estrogen dan progesteron yang meningkat.

Keputihan yang terjadi setelah menstruasi juga bisa menjadi ciri-ciri kehamilan dengan catatan jumlah cairan lebih banyak dari biasanya, warnanya pun cenderung putih kekuningan atau putih susu, teksturnya lebih lengket dan cair.

Keputihan setelah menstruasi juga bisa jadi tanda sisa darah haid. Keputihan pada saat ini ditandai dengan warna yang agak kecoklatan karena bercampur dengan darah sisa haid. 

Perubahan Warna Keputihan

Selain bercampur dengan darah sisa haid, perubahan warna pada cairan keputihan bisa mengindikasikan kondisi kesehatan organ reproduksi lho. 

  • Berwarna kuning atau abu-abu bisa disebabkan penyakit gonore atau vaginosis bakterialis 

  • Berwarna merah muda artinya keputihan setelah melahirkan 

  • Berwarna putih kental disebabkan infeksi jamur

  • Berwarna hijau atau kuning dengan bentuk berbuih bisa disebabkan penyakit trikomoniasis

Nah itu dia informasi mengenai keputihan setelah menstruasi yang perlu kamu ketahui. Ngomongin soal keputihan, kamu bisa mencegah terjadinya keputihan yang tidak normal dengan cara tidak terlalu sering melakukan douching (membersihkan vagina dengan bahan pewangi atau sabun), pastikan membasuh/membersihkan vagina dari arah depan ke belakang anus, jaga kelembapan vagina dengan mengeringkan vagina setelah buang air, memakai celana dalam yang nyaman, dan menggunakan pantyliner. 

Ada satu produk pantyliner yang bisa kamu coba dan gunakan dari Laurier, yaitu Laurier Pantyliner Cleanfresh. Pantyliner ini tidak mengandung parfume sehingga cocok untuk wanita dengan kulit yang sensitif. Selain itu, pantyliner ini memiliki bentuk yang super tipis sehingga membuat kamu lebih nyaman bergerak. Dengan lapisan ekstra kering, kamu bisa menjaga daerah kewanitaan kamu agar tetap kering dan bersih sepanjang hari saat sedang tidak menstruasi. Yuk, coba dan beli produknya sekarang! 

 

Related Articles

First Timer
17 Dec 2019

Tebal, Nggak Selalu Aman!

Kamu pernah kepikiran nggak sih, Girls, kalau sesuatu yang tipis itu justru lebih nyaman? Kalau dili...
First Timer
22 Nov 2019

Kapan Keputihan Akan Datang?

Girls, setelah kamu memasuki usia puber, perubahan pertama yang kamu alami, yaitu pertumbuhan payuda...
First Timer
01 Sep 2020

Apakah Aku Terkena Gejala Iritasi? Cek di Sini yuk!

Iritasi adalah kondisi yang sangat mengganggu dan membuatmu nggak nyaman saat beraktivitas. Gimana k...