Girls, Ini Loh Dampaknya Kalau Melakukan Early Sex
ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

Girls, Ini Loh Dampaknya Kalau Melakukan Early Sex

Girls, Ini Loh Dampaknya Kalau Melakukan Early Sex

30 May 2022

Girls, Ini Loh Dampaknya Kalau Melakukan Early Sex

“Seks” masih banyak orang yang menganggap hal ini tabu untuk dibicarakan. Apalagi orang tua, seolah pantang membicarakan hal ini di depan anak-anaknya sebelum mereka memasuki usia menikah. Padahal, pembicaraan seks sejak dini bisa mencegah terjadinya early sex, loh.

Usia minimal melakukan seks

Sesuai namanya, early sex artinya melakukan seks dini sebelum mencapai usia yang cukup. Tapi memangnya, berapa sih usia minimal melakukan seks agar tidak disebut sebagai early sex?

Melansir dari situs UNICEF, sebenarnya tidak ada aturan resmi mengenai batas usia minimum seseorang boleh melakukan seks. Namun yang harus diperhatikan yaitu, orang yang terlibat dalam aktivitas ini harus sudah memahami dan menyetujuinya dalam kondisi sadar. Jadi, bukan karena dibujuk oleh seseorang dengan diiming-imingi sesuatu hingga melakukan seks tanpa benar-benar memahaminya. Namun, beberapa negara sudah mengatur batas minimum usia seks agar tidak tergolong early sex dengan rentang rata-rata yaitu usia 14-16 tahun.

Bagaimana ya dengan Indonesia?

Nah, Indonesia sendiri sebenarnya tidak memiliki batasan usia mengenai seks, tetapi tidak melegalkan adanya seks bebas atau seks di luar pernikahan. Jadi, aturan batas minimum pernikahan ini bisa dijadikan patokan untuk batas usia minimum melakukan seks. Pada Undang Undang sebelumnya yaitu UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, batas usia perempuan untuk menikah adalah 16 tahun.

Namun, UU ini tidak lagi berlaku dan digantikan dengan UU Nomor 16 Tahun 2019 yang memberikan batas usia minimal 19 tahun bagi perempuan dan laki-laki yang ingin menikah. Sebab, usia di bawah itu masih tergolong dalam kategori anak.

Risiko melakukan early sex

Meskipun tidak ada usia minimum secara resmi yang mengatur masalah seks, tetapi berdasarkan CRC (Committee on the Rights of the Child), usia 13 tahun tergolong sangat rendah untuk melakukan aktivitas ini. Selain itu, early sex juga bisa dikategorikan sebagai melakukan seks di bawah usia minimum yang ditetapkan oleh negara.

Ada berbagai risiko dampak yang bisa terjadi ketika melakukan early sex ini, baik secara sosial maupun kesehatan fisik dan psikologis, di antaranya:

  • Meningkatnya jumlah aborsi. Kehamilan yang terjadi akibat early sex seringkali berujung pada aborsi karena belum siapnya mereka menjadi orangtua.
  • Menurunnya stabilitas perkawinan. Perkawinan yang terjadi akibat hamil di luar nikah sering kali tidak berlangsung lama karena kedua belah pihak belum memiliki kesiapan mental untuk membina rumah tangga.
  • Risiko putus sekolah. Remaja perempuan yang melakukan early sex hingga hamil, pada akhirnya harus rela berhenti sekolah. Bahkan setelah melahirkan, kemungkinan untuk melanjutkan pendidikan sangat kecil karena fokus pada merawat anak.
  • Tingginya risiko tertular infeksi. Early sex sering kali dilakukan tanpa pemahaman yang cukup, terlebih jika dilakukan atau dengan partner yang berbeda, sehingga risiko penularan infeksi berbagai penyakit akan sangat tinggi.
  • Meningkatnya risiko depresi. Early sex dapat meningkatkan depresi seseorang terutama jika dilakukan bukan atas keinginannya sendiri atau di bawah alam sadarnya.

Risiko early sex akan lebih besar lagi jika dilakukan ketika organ reproduksi belum sepenuhnya dalam kondisi matang atau siap. Dan ini bisa berdampak pada jangka panjang, loh. Jadi, untuk kamu yang sudah memasuki masa puber ada baiknya lebih waspada pada aktivitas ini, ya. Lebih baik jika kamu melakukannya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh negara.

Salah satu cara efektif mencegah terjadinya early sex adalah dengan adanya sex education dari orang tua serta tenaga profesional (jika orang tua bingung memberikannya) yang sesuai dengan usia anak. Bahkan, pendidikan ini bisa dimulai sejak usia anak masih sangat dini yaitu usia balita, misalnya:

  1. Mengajarkan anak bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain
  2. Jangan biasakan anak tanpa pakaian di depan umum, meskipun masih berusia 1 tahun

Hal yang diajarkan dapat semakin dalam seiring dengan bertambahnya usia dan pemahaman anak. Bukannya lebih baik mendapat sex education secara tepat dari orang tuanya daripada dari orang lain dengan cara yang salah?

Related Articles

Adulthood
07 Oct 2019

Kekuatan Rahasia dari Jus Cranberry

Tau nggak, Girls, ternyata infeksi saluran kandung kemih adalah salah satu infeksi yang sering diala...
Adulthood
25 Jun 2019

Udah Berhenti, Tapi kok, Keluar Lagi?

Kamu pernah nggak sih, mengalami menstruasi yang tiba-tiba berhenti terus besoknya keluar lagi? Kena...
Adulthood
07 Oct 2019

3 Gerakan Yoga untuk Atasi Kram Perut

Kamu pasti udah sering banget dengar istilah yoga kan, Girls? Selama ini yoga dikenal sebagai salah ...