ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

Fakta Mengejutkan Tentang Infeksi Ragi

Fakta Mengejutkan Tentang Infeksi Ragi

05 Sep 2019

Fakta Mengejutkan Tentang Infeksi Ragi

Para ahli kesehatan reproduksi memastikan kalau di dalam tubuhmu ternyata hidup sekitar 20 spesies Candida yang bisa memicu terjadinya infeksi di saluran vagina, dan menyebabkan keputihan. Nggak heran kalau risiko seorang perempuan mengalami infeksi ragi relatif besar. Tapi kalau kamu memahami faktanya, pasti kamu bisa mengurangi penularannya, Girls! So, apa aja sih, fakta tentang infeksi ragi?

  • Nggak mempan pakai obat bebas

Kalau dialami berulang-ulang, dan diobati dengan obat antiinfeksi yang bisa dibeli bebas di apotek, infeksi ragi cenderung nggak mempan dan nggak bisa diatasi lagi pakai obat yang sama. Sehingga, dibutuhkan obat dengan dosis yang lebih tinggi. Inilah yang menyebabkan para ahli menyarankan supaya infeksi ragi, sebaiknya diobati sampai tuntas, di bawah pengawasan dokter.

  • Hidup di saluran pembuangan

Candida, jenis organisme pemicu infeksi ragi ini, secara alamiah ada pada rektum (ujung saluran pembuangan). Kalau kamu membersihkan area genital dengan cara yang nggak benar, maka sangat mungkin Candida berpindah dari saluran pembuangan ke vagina, dan memicu infeksi. Makanya, sangat disarankan untuk membersihkan area genital dengan gerakan dari arah depan ke belakang. Ingat ya, bukan sebaliknya lho, Girls!

  • Bisa dialami laki-laki

Infeksi ragi nggak cuma bisa dialami perempuan aja lho! Laki-laki juga bisa tertular, kalau melakukan hubungan seksual tanpa pengaman sama perempuan yang lagi terinfeksi. Gejala infeksi pada laki-laki adalah gatal, sensasi rasa terbakar, dan ruam kemerahan pada penis. Kondisi ini bisa diatasi dengan salep antiinfeksi ragi yang dibeli di apotek. Tapi kalau dipakai 5 – 7 hari, nggak sembuh sama sekali, sebaiknya langsung konsultasi ke dokter supaya bisa diobati sampai tuntas.

  • Gejala diabetes

Berdasarkan penjelasan situs Mayo Clinic, seorang perempuan yang punya kadar gula darah tinggi bakal sering mengalami infeksi ragi. Hal ini disebabkan karena ragi pemicu infeksi cenderung subur pas kadar gula darah dalam tubuh tinggi. Makanya, perempuan yang mengalami infeksi ragi disarankan untuk mengontrol kadar gula darahnya tiga sampai empat kali dalam setahun.

  • Dipicu karbohidrat

Jenis ragi Candida pemicu infeksi ini, ditemukan sangat banyak di dalam usus. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013, sudah menemukan kalau setiap kali seseorang mengonsumsi karbohidrat, maka kadar jamur Candida di dalam ususnya bakal meningkat sangat pesat. Jadi, salah satu cara mengatasi dan menekan risiko terjadinya infeksi, adalah dengan mengatur asupan karbohidrat supaya nggak berlebih.

Nah, sekarang kamu udah tau kan, fakta-fakta tentang infeksi ragi? Kalau pengetahuan makin bertambah dan lengkap, pasti kamu juga makin siap untuk mencegah terjadinya infeksi ragi. Makanya, jangan lupa untuk selalu jaga kesehatanmu ya, Girls!

Yuk, share info ini ke teman-temanmu yang lain, supaya mereka bisa tau fakta tentang infeksi ragi!

Related Articles

Adulthood
08 Aug 2019

PMS atau Hamil ya?

Girls, kamu pernah nggak sih, mengalami gejala-gejala seperti kembung, susah BAB, mual di pagi hari,...
Adulthood
27 May 2019

4 Kondisi Kulit yang Biasanya Terjadi Saat Kamu Menstruasi!

Siapa yang kalau mau atau saat menstruasi jadi jerawatan dan timbul masalah kulit wajah lainnya? Seb...
Adulthood
20 Jul 2019

6 Tips Mengendalikan Selera Makan Saat PMS

Setengah jam habis makan siang, kamu udah ngemil cokelat, nggak sampai 10 menit, kamu udah pengen ma...