Darah Menstruasi Sedikit. Wajar atau Enggak, Ya?
ask dr laurier

Darah Menstruasi Sedikit. Wajar atau Enggak, Ya?

Darah Menstruasi Sedikit. Wajar atau Enggak, Ya?

06 Nov 2020

Darah Menstruasi Sedikit. Wajar atau Enggak, Ya?

Menstruasi itu unik ya, Girls. Ada saja perubahan dan perbedaan dari setiap menstruasi kita, mulai dari segi siklus menstruasi, fase menstruasi, proses menstruasi, hingga durasi menstruasi. Kondisi terkait menstruasi ini pun antara sesama perempuan belum tentu sama. Enggak heran kalau kamu jadi bingung ketika mengalami kondisi yang tidak biasanya terjadi. Salah satunya ketika siklus menstruasi sudah teratur, tetapi volume darah menstruasi yang keluar di pembalut malah cuma sedikit dan enggak mengalir lancar.  

Secara medis, kondisi darah menstruasi sedikit disebut dengan hypomenorrhea. Hypomenorrhea dapat ditandai oleh volume darah menstruasi yang cuma sedikit dan/atau durasi menstruasi yang terlalu singkat. Wajarkah kondisi ini? Ayo, kita cari tahu bersama!    

Darah Menstruasi Sedikit yang Tergolong Wajar

Penyebab utama darah menstruasi sedikit sebenarnya adalah ketidakseimbangan hormon. Namun, faktor yang memicu kondisi tersebut sangat beragam. Darah menstruasi sedikit masih tergolong wajar kalau terjadinya cuma sesekali waktu (enggak terus menerus) dan pemicunya adalah faktor nonpenyakit seperti berikut.

1. Faktor Usia

Pada usia pubertas, darah menstruasi sedikit sangat wajar terjadi karena hormon-hormon yang berperan dalam siklus menstruasi masih belum seimbang. Kalau masa pubertas sudah berlalu, barulah hormon-hormon tersebut akan lebih stabil dan darah menstruasi mulai keluar dengan volume normal.

Namun, pertambahan usia juga bisa membuatmu kembali mengalami darah menstruasi sedikit. Hal ini biasa terjadi saat perempuan memasuki rentang usia 40–50 tahun (masa pramenopause). Pada masa ini, selama 4–6 tahun, darah menstruasi yang keluar akan menjadi relatif lebih sedikit sampai akhirnya tidak keluar sama sekali (menopause yang sebenarnya). Intinya, pada usia-usia ini, darah menstruasi sedikit itu bisa dibilang sangat wajar.

2. Faktor Genetik (Keturunan)

Darah menstruasi sedikit juga wajar dialami kalau ada pengaruh faktor genetik atau keturunan. Kemungkinan seorang perempuan mengalami darah menstruasi sedikit akan lebih besar apabila anggota keluarga lain (seperti ibu atau saudara kandung perempuan) memiliki riwayat kondisi yang sama. 

3. Faktor Tingkat Stres

Stres itu memicu produksi hormon kortisol yang justru bisa menurunkan kadar hormon estrogen, salah satu hormon yang berperan besar dalam siklus menstruasi. Makanya, kalau tingkat stres kamu lagi tinggi, biasanya siklus menstruasi akan terganggu dan kamu jadi telat datang bulan. Namun, tingkat stres yang tinggi enggak selalu berdampak ke siklus menstruasi saja. Bisa jadi siklus menstruasi tetap teratur, tetapi volume darah menstruasi kamu berkurang jadi jauh lebih sedikit. Darah menstruasi sedikit yang terjadi karena pengaruh tingkat stres bukanlah masalah besar dan masih terhitung wajar karena biasanya akan kembali normal ketika stres berkurang. 

4. Faktor Penggunaan Alat Kontrasepsi

Kalau kamu menggunakan alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB atau KB spiral (utamanya jika baru pertama kali), darah menstruasi sedikit dan durasi menstruasi singkat itu wajar terjadi. Penyebabnya jelas, yaitu kinerja alat kontrasepsi hormonal yang mengganggu kestabilan hormon dalam tubuh. Karena itu, volume darah menstruasi biasanya hanya bisa kembali normal jika kamu sudah berhenti menggunakan alat kontrasepsi hormonal atau menggantinya dengan yang non hormonal seperti kondom dan IUD berlapis tembaga atas dasar saran dokter. 

5. Faktor Konsumsi Obat-Obatan Tertentu

Bukan cuma alat kontrasepsi, obat-obatan pun ada yang kategorinya hormonal. Artinya, kandungan bahan kimia dalam obat-obatan tersebut bisa mengganggu hormon. Kalau kamu sedang mengonsumsinya, darah menstruasi sedikit pun wajar terjadi. Beberapa contoh obat-obatan yang dimaksud adalah NSAID (Advil, Naprosyn, Ibuprofen, dan lain-lain), antidepresan, serta steroid. 

6. Faktor Menyusui

Selama memberikan ASI eksklusif, tubuh perempuan akan memproduksi hormon prolaktin, alfa-laktalbumin, dan sintesis laktosa yang bisa menurunkan kadar hormon reproduksi pemicu ovulasi. Akibatnya, masa ovulasi jadi enggak normal dan volume darah menstruasi jadi sedikit, durasi menstruasi jadi singkat, atau bahkan menstruasi jadi enggak datang sama sekali. Meski demikian, hal ini enggak perlu dikhawatirkan karena wajar terjadi dan dapat kembali normal setelah masa menyusui selesai.

7. Faktor Kehamilan 

Perempuan hamil enggak akan mungkin mengalami menstruasi, sih. Namun, saat hamil, perempuan akan mengalami keluarnya flek darah yang sering disalahartikan sebagai darah menstruasi. Kalau kamu mengalami darah menstruasi sedikit tetapi kemudian mendapat hasil positif di test pack, itu masih wajar karena darah yang keluar sebetulnya merupakan perdarahan implantasi (tanda awal kehamilan). Kamu baru perlu waspada jika keluarnya flek darah tersebut terus berlanjut. Soalnya, pada beberapa kasus, flek darah bisa menunjukkan adanya kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim. Apabila disertai kram perut ringan, flek darah dalam jumlah sedikit juga bisa jadi tanda awal keguguran.

Darah Menstruasi Sedikit yang Tergolong Tidak Wajar

Darah menstruasi sedikit memang bisa dikatakan enggak wajar kalau volumenya terus-terusan kurang dari 20–60 mililiter per hari. Kondisi ini perlu diwaspadai karena mungkin mengindikasikan adanya masalah kesehatan reproduksi atau masalah kesehatan lain dan tidak dapat kembali normal jika belum mendapat penanganan medis. Secara spesifik, darah menstruasi sedikit yang enggak wajar biasanya dipicu oleh satu dari beberapa faktor ini.

1. Faktor Produksi Hormon Tiroid

Kelenjar tiroid bisa jadi terlalu aktif hingga menghasilkan hormon tiroid yang terlalu banyak (hipertiroid). Ujungnya, kelancaran menstruasi akan terganggu dan darah menstruasi jadi sedikit. Kondisi ini perlu diwaspadai dan diperiksakan ke dokter karena hipertiroid juga bisa berpengaruh buruk pada jantung, otot, serta tekanan darah.

2. Faktor Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Darah menstruasi sedikit yang enggak wajar bisa jadi bagian dari gejala PCOS. PCOS merupakan masalah kesehatan reproduksi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan kadar hormon seks (estrogen dan progesteron), kelebihan hormon androgen (hormon seks pria), serta kista kecil di ovarium. Kalau masalah kesehatan reproduksi yang satu ini enggak ditangani secara medis, kemungkinan aliran darah menstruasi kembali lancar serta volume darah menstruasi kembali normal sangat kecil.

3. Faktor Gaya Hidup Tidak Sehat dan Masalah Kesehatan Reproduksi atau Masalah Kesehatan Lainnya

Masih ada beragam faktor yang bisa membuat darah menstruasi sedikit jadi enggak wajar. Contohnya adalah Asherman’s syndrome, radang panggul, dan penyakit-penyakit lainnya yang juga mungkin dipicu oleh gaya hidup tidak sehat.

Ternyata penyebab darah menstruasi sedikit beragam banget ya, Girls? Kamu enggak akan bisa menyimpulkan penyebab pastinya sendirian. Ingat, hanya dokter yang bisa mendiagnosis dan menjelaskan kondisimu. Segeralah periksa ke dokter kalau darah menstruasi kamu sering tidak lancar atau hanya sedikit, terutama jika sudah berlangsung lebih dari tiga bulan. Meski darah menstruasi sedikit, kamu juga sangat disarankan untuk tetap pakai merk pembalut yang aman seperti berbagai jenis pembalut Laurier. Nyaman dan bisa kamu pilih sesuai kebutuhan!        

Related Articles
Adulthood
08 Oct 2019

Ngidam Pas PMS, Bikin Gendut Nggak ya?

Kebanyakan cewek bakal ngidam makanan manis pas masa PMS. Kamu salah satunya bukan, Girls? Dorongan ...
Adulthood
10 Sep 2019

Saat Menstruasi, Mana yang Mitos atau Fakta?

Girls, selama ini pasti kamu sudah banyak mendengar tentang hal-hal mitos atau fakta yang berka...
Adulthood
05 Jul 2019

Masturbasi Itu Apa, sih?

Girls, mungkin kamu masih bertanya-tanya, “Masturbasi itu apa, sih?”, “Emang boleh...