9 Jenis Cairan Vagina yang Perlu Kamu Tau!
ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

9 Jenis Cairan Vagina yang Perlu Kamu Tau!

9 Jenis Cairan Vagina yang Perlu Kamu Tau!

03 Dec 2019

9 Jenis Cairan Vagina yang Perlu Kamu Tau!

Kamu pasti sering melihat cairan yang keluar dari organ intimmu kan, Girls? Kira-kira itu cairan apa ya? Itu namanya adalah cairan vagina atau yang biasa disebut keputihan. Cairan vagina ini sebenarnya diproduksi setiap hari. Dalam kondisi normal, ternyata cairan ini bisa terlihat berubah-ubah. Eits! Tapi ada juga lho, perubahan yang terjadi karena kondisi yang nggak normal. Seperti apa ya? Coba kenali jenis-jenisnya, yuk!

  • Cair dan bening

Ini adalah cairan vagina standar yang diproduksi sehari-hari. Biasanya terlihat jelas pas beberapa hari sebelum menstruasi dan setelah berolahraga. Kalau nggak disertai gejala seperti gatal dan aroma menusuk, maka kondisi ini benar-benar normal. Sebaiknya, segera ganti celana dalam atau pantyliner, supaya nggak lembap dan memicu infeksi.

  • Kental dan lengket

Cairan seperti putih telur ini biasanya selalu keliatan pas hari ke-14, dihitung mulai dari menstruasimu dimulai. Ini adalah jenis cairan yang normal dan menandakan kalau tubuhmu lagi mengalami ovulasi.

  • Agak kental

Cairan vagina yang agak kental, tapi nggak disertai gejala lain seperti aroma yang menusuk atau rasa nyeri di area vagina, itu menandakan kalau siklus reproduksimu udah selesai.

  • Sangat kental

Biasanya keliatan di akhir siklus reproduksi, tapi kalau produksinya berlebih dan disertai gatal, itu berarti gejala terjadinya infeksi karena reaksi cairan pembersih atau sabun mandi.

  • Cokelat dan mengandung darah

Kondisi ini bisa dialami kalau kamu baru aja selesai menstruasi, dan biasanya nggak berlangsung lama. Cairan ini menandakan sedang terjadinya proses pembersihan saluran vagina. Saat cairan vagina membersihkan saluran vagina, sisa sel darah menstruasi yang menempel di dinding saluran juga ikut terbawa keluar, makanya cairan jadi berwarna cokelat dan ada darahnya. Kondisi ini sebenarnya menandakan hal baik sedang terjadi lho, Girls! So, kamu nggak perlu cemas! Tapi kalau terjadi di tengah siklus reproduksi, sebaiknya kamu periksa ke dokter, karena kondisi ini menandakan terjadinya infeksi di saluran vaginamu.

  • Putih, bertekstur seperti tepung

Kalau kamu menemukan cairan vagina seperti ini, dan terasa gatal serta beraroma tajam yang menusuk, maka ini menandakan adanya infeksi ragi yang terjadi di dalam saluran vagina. Kamu harus langsung periksakan diri ke dokter, supaya diberikan obat antiinfeksi yang tepat untuk mengatasi kondisi ini sampai sembuh.

  • Kuning atau hijau

Cairan vagina gampang berubah warna jadi kuning muda kalau terkontaminasi sama udara. Tapi kalau cairan vagina terlihat berwarna kuning pekat atau kehijauan disertai aroma busuk dan menggumpal, sebaiknya kamu harus waspada dan periksakan diri ke dokter karena ini menandakan terjadinya infeksi. Kamu perlu obat antiinfeksi yang cuma bisa diresepkan sama dokter untuk mengatasi kondisi ini.

  • Abu-abu

Kalau cairan vagina keliatan berwarna abu-abu dan disertai aroma amis, maka ini menandakan terjadinya infeksi bakteri. Kamu harus konsultasi ke dokter, dan mengobatinya sampai selesai.

  • Nggak ada cairan

Kalau kamu ternyata nggak menemukan cairan vagina di pantyliner atau celana dalam, maka kamu nggak perlu panik, Girls. Sesekali hal ini bisa aja terjadi kok, jadi kamu nggak perlu takut ya!

Kalau kamu merasa area V-mu lembap karena cairan vagina yang banyak, kamu boleh kok, pakai pantyliner. Asal kamu jangan lupa untuk ganti setiap empat jam, ya! Kamu juga nggak perlu pakai pas malam hari, supaya aliran udara ke area permukaan kulit vaginamu tetap lancar. Selalu jaga kesehatan dan kebersihan vaginamu ya, Girls!

Dari sembilan jenis cairan vagina di atas, kamu pernah mengalami yang mana nih, Girls? Ceritain di kolom komentar, yuk! Jangan lupa juga share info ini ke teman-teman cewekmu, ya!

Related Articles

Adulthood
22 Oct 2019

Waspada, Infeksi HPV Bisa Menjadi Kanker Serviks!

Selama ini, para ahli kesehatan meyakini bahwa infeksi HPV (Human Papillomavirus) adalah pemicu 99% ...
Adulthood
28 Jun 2019

Apa Itu Vulvodynia?

Girls, mungkin kamu belum pernah dengar tentang vulvodynia. Iya, kan? Vulvodynia adalah kondisi di m...
Adulthood
28 Oct 2019

Kadang Banyak, Kadang Sedikit…Kenapa nih?

Kamu pasti udah tau kan, kalau menstruasi adalah kondisi yang harus dihadapi semua cewek? Cewek yang...