Manfaat dan Risiko Seks Saat Menstruasi
ask dr laurier

Manfaat dan Risiko Seks Saat Menstruasi

Manfaat dan Risiko Seks Saat Menstruasi

17 Dec 2020

Manfaat dan Risiko Seks Saat Menstruasi

Banyak yang menabukan atau mungkin takut melakukan hubungan seksual saat menstruasi. Enggak heran kalau menstruasi umumnya dianggap sebagai tanda bahwa Moms dan pasangan harus "libur" berhubungan seksual untuk sementara waktu. Padahal, saat menstruasi, tak jarang libido atau gairah seksual perempuan justru sedang meningkat. Biasanya hal tersebut terjadi menjelang menstruasi hingga beberapa hari pada awal masa menstruasi akibat perubahan hormon dalam tubuh. 

Nah, jika mengalami dilema semacam itu, Moms dan pasangan sebetulnya bisa membuat keputusan berdasarkan pertimbangan yang rasional. Pasalnya, secara medis, enggak ada larangan berhubungan seks saat menstruasi. Seks saat menstruasi bahkan ternyata bisa memberikan manfaat, tetapi memang tak sepenuhnya bebas dari risiko. 

Manfaat Seks Saat Menstruasi

Aktivitas seksual memicu tubuh untuk melepaskan atau memproduksi endorfin dan oksitosin. Keduanya diyakini dapat membantu meredakan nyeri haid, kram perut, sakit kepala, dan berbagai ketidaknyamanan lain yang Moms rasakan saat menstruasi. Sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh Moms ini bisa dibilang merupakan sisi positif berhubungan seks saat menstruasi.

Selain itu, aktivitas seksual juga merangsang atau membuat otot-otot rahim berkontraksi lebih sering. Akibatnya, jaringan lapisan rahim akan luruh dan keluar menjadi darah menstruasi dengan lebih cepat. Waktu atau durasi menstruasi Moms pun bakal jadi lebih singkat daripada biasanya.

Risiko Seks Saat Menstruasi

Setiap hal selalu punya plus minus masing-masing, termasuk seks saat menstruasi. Meski bisa memberikan manfaat tersendiri, tak bisa dipungkiri bahwa ada pula sisi negatif atau risiko di balik seks saat menstruasi. Risiko berhubungan seks saat menstruasi beragam, mulai dari yang sifatnya hanya mengganggu kenyamanan hingga yang bisa berujung fatal karena terkait dengan masalah kesehatan reproduksi. 

Yup, seks saat menstruasi mungkin akan terasa tidak nyaman bagi sebagian orang. Darah menstruasi yang keluar saat berhubungan seksual bisa mengotori tubuh dan berceceran di area sekitar. Akibatnya, selain merepotkan, Moms juga mungkin akan terbebani dengan perasaan waswas atau khawatir sehingga justru tidak dapat menikmati aktivitas seksual dengan leluasa. Ujungnya, sensasi atau kepuasan saat berhubungan seksual bisa jadi berkurang dan Moms malah gagal mendapat manfaat seks saat menstruasi.

Tak hanya itu, risiko terjadinya gangguan kesehatan reproduksi akibat berhubungan seks saat menstruasi sangat besar. Tidak hanya untuk Moms, tetapi juga untuk pasangan. Hubungan seks saat menstruasi dapat mempermudah penyebaran kotoran, jamur, bakteri, ataupun virus. Khususnya yang hidup dengan baik di dalam darah, seperti jamur penyebab balanitis (peradangan kepala penis), bakteri penyebab infeksi saluran kemih atau prostat, serta virus penyebab penyakit menular seksual hepatitis dan HIV. 

Moms dan pasangan juga perlu mempertimbangkan risiko terjadinya kehamilan karena hubungan seks saat menstruasi. Walaupun rendah, peluang terjadinya kehamilan karena hubungan seks saat menstruasi tetap ada. Hal ini mengingat siklus menstruasi perempuan yang terkadang tidak teratur dan mungkin berubah jadi lebih pendek, sementara sperma masih bisa bertahan hidup hingga sekitar tujuh hari di dalam saluran reproduksi. Jika terjadi ovulasi dini, bukan tidak mungkin sperma dari hubungan seks saat menstruasi akan berhasil melakukan pembuahan sel telur hingga berakhir pada kehamilan.

Terlepas dari itu semua, hal yang paling penting adalah komunikasi dan kesepakatan bersama. Jadi, ajaklah pasangan untuk mendiskusikan manfaat dan risiko seks saat menstruasi dengan sebaik mungkin. Tanyakan kesiapan masing-masing pihak terhadap konsekuensi yang bakal dihadapi dan berkomunikasilah secara terbuka sebelum mengambil keputusan.

Jika Moms dan pasangan sepakat untuk tetap berhubungan seks saat menstruasi, jangan lupa untuk playing safe atau "bermain aman". Pastikan sedia perlak untuk alas dan gunakan kondom. Tidak hanya mencegah kehamilan, penggunaan kondom untuk berhubungan seks saat menstruasi juga dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi penyakit menular seksual yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi. 

Sebaliknya, jika ada pihak yang keberatan, jangan dipaksakan. Bersabarlah sebentar hingga menstruasi usai dan gunakan saja waktu yang ada untuk fokus merawat kesehatan reproduksi Moms. Caranya, bersihkan vagina dengan rutin dan pakai pembalut Laurier selama masa menstruasi. Spesifiknya, Moms bisa pilih pembalut Laurier Healthy Skin. Pembalut Laurier Healthy Skin telah teruji secara klinis mampu mencegah iritasi dan menjaga kesehatan kulit area kewanitaan. Dengan demikian, setelah menstruasi selesai nanti, rencana berhubungan seksual bersama pasangan bisa terwujud dengan lebih nyaman dan tanpa halangan! 

Related Articles
Motherhood
26 Aug 2022

4 Cara Untuk Meningkatkan Kualitas Sel Telur

Untuk bisa memiliki keturunan, ada banyak sekali faktor pendukungnya. Dari mulai kesehatan dan kekua...
Motherhood
01 Feb 2020

Perhatikan Ciri-ciri Pubertas Dini Pada Buah Hati yuk, Moms!

Moms, udah tau kan, transisi dari masa anak-anak ke remaja atau yang lebih dikenal dengan pubertas? ...
Motherhood
13 Nov 2020

Cara Menghitung Siklus Haid untuk Mengetahui Masa Subur

 Kalau Moms dan suami ingin punya buah hati, penting untuk lebih dulu mengatur "strategi&q...