ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

Stres Bisa Pengaruhi Kesuburan

Stres Bisa Pengaruhi Kesuburan

03 Oct 2019

Stres Bisa Pengaruhi Kesuburan

Kiani Taylor, Ph.D dan teman-temannya, para ahli epidemiologi Ilmu Kesehatan dan Informasi dari Emory University, USA, telah menemukan bahwa perempuan yang berkonsultasi karena merasa stres atau tertekan di masa ovulasi, cenderung berkurang 40% kesempatannya untuk hamil, dibanding saat mereka nggak mengalami stres atau tekanan. Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Annals of Epidemiology, pada 13 September 2017.

Penelitian ini melibatkan 400 responden perempuan berusia 40 tahun dan lebih muda, yang aktif secara seksual. Para ahli mencatat tingkat stres harian yang dikategorikan berdasarkan skala 1 – 4, pada setiap responden. Semakin tinggi angka, maka semakin stres. Catatan harian itu juga mencakup data menstruasi, hubungan seksual, penggunaan kontrasepsi, konsumsi alkohol, dan kebiasaan merokok. Selain itu, para peneliti juga mengumpulkan sample urine. Setiap responden diamati sampai periode penelitian selesai, yang rata-rata berlangsung selama 8 minggu, atau sampai mereka hamil.

Para peneliti menentukan tingkat stres rata-rata selama setiap fase siklus menstruasi, dan memperkirakan hari ke-14 yang dihitung dari hari pertama menstruasi sebagai masa subur. Mereka menemukan efek negatif stres terhadap kesuburan, yang cuma diamati selama masa ovulasi, setelah memperhitungkan faktor lain, seperti usia, berat badan, konsumsi alkohol dan frekuensi hubungan seksual.

Menurut Doktor Kiani, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan yang lagi mengusahakan pembuahan, sebaiknya menghindari stres. Cara yang disarankan adalah berolahraga, berkonsultasi dengan dokter, atau mengikuti program pengelolaan stres. Di sisi lain, peneliti juga menemukan bahwa para responden yang kemudian hamil cenderung mengalami peningkatan stres. Kondisi ini biasanya disebabkan karena perubahan hormon yang terjadi di awal kehamilan.

Hasil penelitian ini memberi informasi yang lebih jelas tentang pengaruh kondisi emosi dan psikologis terhadap kesuburan. Menurut Doktor Kiani, faktor tersebut sama pentingnya seperti faktor kesehatan fisik, yang harus diperhatikan saat seorang perempuan lagi merencanakan kehamilan.

Nah, sekarang kamu jadi tau kan, ternyata kondisi emosi dan psikologis itu juga bisa memengaruhi kesuburanmu lho, Girls. So, kalau kamu lagi merencanakan kehamilan, sebaiknya kurangi stres supaya proses pembuahanmu berhasil, dan kamu bisa cepat hamil! Good luck, dears!

Share info penting ini ke teman-temanmu yang lagi merencanakan kehamilan juga yuk, supaya mereka bisa mengurangi stres mulai dari sekarang!

Related Articles

Adulthood
28 Aug 2019

Cari Tau Lebih Banyak Tentang Masa Subur yuk!

Girls, kamu tau nggak sih, maksud dari masa subur itu apa? Kalau di antara kamu ada yang belum tau, ...
Adulthood
12 Nov 2021

10 Manfaat Berhubungan Seks: Bisa Lancarkan Siklus Menstruasi!

Berhubungan badan menjadi salah satu kebutuhan bagi pasangan yang sudah menikah. Bukan hanya untuk m...
Adulthood
20 Jul 2019

Hidung Berdarah Saat Menstruasi, Kenapa ya?

Kamu pernah mengalami hidung berdarah saat menstruasi nggak, Girls? Mungkin bukan hal yang umum, tap...