Jenis Alat Kontrasepsi dan Efek Pada Siklus Menstruasi
ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

Jenis Alat Kontrasepsi dan Efek Pada Siklus Menstruasi

Jenis Alat Kontrasepsi dan Efek Pada Siklus Menstruasi

28 Jun 2021

Jenis Alat Kontrasepsi dan Efek Pada Siklus Menstruasi

Mungkin diantara kamu sering mengalami gangguan menstruasi seperti telat datang bulan. Untuk yang sudah menikah, tentunya pasti mengira kalau telat menstruasi menandakan sedang hamil. Eits, buat kamu yang sudah menikah, telat menstruasi gak selalu hamil lho. Ada beberapa alasan kamu jadi telat menstruasi, salah satunya pemakaian alat kontrasepsi. 

Sebelum membahas alasan mengapa hal itu bisa terjadi, yuk cari tahu jenis alat kontrasepsi yang umum dipakai oleh masyarakat. 

Alat kontrasepsi atau KB merupakan alat/cara yang secara khusus bertujuan untuk mencegah adanya pembuahan/kehamilan saat melakukan hubungan seksual. Ada banyak jenis kontrasepsi yang bisa digunakan sesuai dengan keinginan, keamanan, dan kenyamanan dari masing-masing pasangan suami istri. 

  1. IUD
    IUD adalah intrauterine device yang memiliki bentuk seperti huruf T dengan ujung sisi yang dapat dimasukkan ke dalam rahim wanita. IUD ini memiliki kandungan tembaga sehingga bisa menghancurkan dan mencegah sperma untuk menghampiri sel telur. IUD yang terbuat dari tembaga ini dapat digunakan hingga 10 tahun. Berbeda dengan IUD yang memiliki kandungan tembaga, IUD juga memiliki jenis lainnya yaitu IUD hormonal. IUD ini mengandung hormon progestin dimana efeknya akan mengurangi volume darah menstruasi atau bahkan tidak menstruasi sama sekali. IUD hormonal dapat diganti sekitar 5 tahun sekali.

  2. Implan 
    Pada dasarnya, metode kontrasepsi ini dilakukan dengan cara menanam benda kecil di bagian lengan tangan atas. Pemakaian implan dapat diganti setiap satu, tiga, dan lima tahun. Efek yang paling sering dirasakan dari pemasangan jenis KB satu ini adalah THTG alias Tambah Hari Tambah Gemuk, menstruasi tidak teratur, nyeri pada lokasi implan dipasang, dan kesulitan hamil saat implan dilepas. 

  3. Patch 
    Mungkin terdengar seperti penempelan koyo, namun metode ini menyerupai penempelan koyo. Patch dipasang di bagian bawah bokong dan bagian atas (tidak di payudara) untuk mencegah terjadinya kehamilan. Penggunaan dari kontrasepsi ini sekitar seminggu sekali untuk mencegah terjadinya kehamilan. Efek samping yang biasanya dirasakan adalah berat badan yang meningkat, sakit kepala, dan produksi ASI menurun. 

  4. Suntik KB 
    Nah, metode kontrasepsi satu ini dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan ke dalam tubuh untuk mencegah kehamilan. Suntik KB biasanya dapat bertahan lama 1-3 bulan yang bisa dipilih periodenya. Beberapa wanita enggan memilih alat kontrasepsi ini karena sering muncul jerawat, berat badan yang meningkat, dan sakit kepala. 

  5. Pil KB
    Selain IUD hormonal, pil KB merupakan alat kontrasepsi hormonal dalam bentuk lainnya. Cara kerjanya dengan mengentalkan lendir wanita sehingga sperma sulit untuk bertemu dengan sel telur. Pil KB wajib dikonsumsi harian untuk mencegah terjadinya kehamilan. Beberapa wanita yang kelupaan minum pil KB dapat menyebabkan kehamilan saat melakukan hubungan badan. Efek samping dari konsumsi pil KB adalah sakit kepala, produksi ASI berkurang, mual, bercak hitam pada pipi/hiperpigmentasi, dan menurunnya gairah seksual.

  6. Cincin Vagina 
    Sesuai dengan namanya, alat kontrasepsi ini berbentuk cincin yang diletakkan di dalam vagina wanita untuk mencegah terjadinya kehamilan. Cincin vagina memiliki masa pakai selama 21 hari atau sekitar 3 minggu untuk diganti. Efek yang paling terasa dari pemakaian alat kontrasepsi ini adalah iritasi, sakit kepala, dan rasa tidak nyaman.

  7. Diafragma 
    Alat kontrasepsi ini berbentuk seperti cangkir ceper yang bekerja dengan cara menutupi masuknya sperma ke rahim wanita. Diafragma ini akan dimasukkan ke dalam vagina dengan sprmisida. Spermisida akan membunuh sel sperma setelah dikeluarkan oleh penis. 

  8. Spons 
    Sama dengan diafragma, alat kontrasepsi ini mengandung spermisida untuk membunuh sel sperma. Penasaran dengan cara pemakaiannya? Alat kontrasepsi ini diletakkan di atas serviks sebelum melakukan hubungan seksual dan dibiarkan berada di dalam hingga 6 jam setelah berhubungan seksual. 

  9. Kondom
    Alat kontrasepsi yang satu ini merupakan yang paling mudah dan murah. Dengan memakainya pada penis pria sebelum melakukan hubungan seksual, maka sperma akan terkumpul di dalam alat kontrasepsi yang terbuat dari lateks tersebut dan mencegah masuk ke dalam vagina wanita. Efek dari penggunaan kontrasepsi ini rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual dan iritasi lateks pada orang yang sensitif terhadap lateks. 

  10. Tubektomi 
    Alat kontrasepsi yang terakhir adalah Tubektomi. Untuk beberapa orang menyebutnya dengan sterilisasi. Metode kontrasepsi ini dilakukan dengan cara operasi dengan menutup tuba falopi atau oviduk agar sel telur tidak masuk ke dalam rahim. Apabila operasi tidak dilakukan dengan higienis, efek samping dapat berupa infeksi dan pendarahan. 


Mengapa Sulit Menstruasi Setelah Memakai Kontrasepsi? 

Dari 10 alat kontrasepsi di atas, alat kontrasepsi yang aman sebenarnya dapat disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing dan lakukan konsultasi bersama dokter kandungan. Beberapa diantaranya memiliki efek samping karena penggunaan bahan/kandungan di dalamnya mempengaruhi kerja hormon dalam tubuh. Adapun kontrasepsi yang sering membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur seperti KB suntik 3 bulanan, Implan, KB, dan pil KB. Alat kontrasepsi tersebut merupakan kontrasepsi hormonal yang pada dasarnya mengganggu kerja hormon dalam tubuh. 

 

Adakah Kontrasepsi yang Tidak Mengganggu Hormon?

Kamu dapat memilih alat kontrasepsi non hormonal seperti IUD yang mengandung tembaga agar tidak merubah siklus menstruasi kamu. IUD T ini juga dapat dilepas jika berencana memiliki anak. Alat kontrasepsi lain yang bisa dipakai adalah kontrasepsi sederhana seperti kondom, diafragma, dan spons. Selain itu kamu dan pasangan juga bisa mengakalinya agar tidak hamil dan siklus menstruasi tidak terganggu dengan cara senggama terputus alias mengeluarkan cairan sperma di luar setelah merasakan klimaks saat berhubungan seksual atau melakukan hubungan seksual di saat wanita/pasangan dalam masa tidak subur. 

Berbicara soal kontrasepsi, terutama IUD. Penggunaan IUD akan berdampak pada terjadinya pendarahan atau menstruasi yang deras di awal-awal pemakaian. Efek samping ini sering kali mengkhawatirkan bagi para penggunanya. Padahal, hal ini merupakan hal normal selama pendarahannya tidak terus-menerus selama penggunaan. 

Untuk mencegah worry karena volume darah menstruasi yang deras, kamu bisa memakai pembalut yang dapat menyerap darah dengan dengan daya serap lebih. Pembalut Laurier Celana Menstruasi bisa jadi solusi! Bentuknya yang seperti celana dan mengikuti bentuk tubuh, tentunya akan membuat kamu nyaman memakainya di hari-hari deras menstruasi. Laurier Celana Menstruasi juga memiliki daya serap 5x lebih kuat dari pembalut malam. Selain itu, bahannya yang selembut celana dalam katun membuat kulit bebas lembab dan iritasi. Pembalut ini memiliki perlindungan 360 derajat sampai ke pinggul, bebas gerak tanpa bocor lho. 

Nah, itu dia penjelasan mengenai kontrasepsi dan hubungannya dengan siklus menstruasi. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba Laurier Celana Menstruasi! 

 

Related Articles

Adulthood
20 Jul 2019

Rajin Cuci Tangan Bisa Bikin Aman

Girls, kamu tau nggak, kalau pas menstruasi ternyata organ genital jadi gampang mengalami infeksi lh...
Adulthood
29 Oct 2019

Tetap Kering, Bebas Iritasi!

Kamu pasti sering dengar kan, kalau area genital itu nggak boleh sampai lembap? Nah, makanya kamu ha...
Adulthood
08 Aug 2019

Hindari Hubungan Seksual Saat Menstruasi!

Girls, sampai sekarang masih ada lho, pendapat umum yang bilang kalau melakukan hubungan seksual pas...