Probiotik Atasi Infeksi Saluran Kemih
ask dr laurier

Probiotik Atasi Infeksi Saluran Kemih

Probiotik Atasi Infeksi Saluran Kemih

19 Aug 2019

Probiotik Atasi Infeksi Saluran Kemih

Sekalipun saluran kemih adalah bagian dari sistem pembuangan, karena berada di dalam saluran vagina, maka infeksi saluran kemih cenderung mengganggu kesehatan reproduksi perempuan. Hal inilah yang menyebabkan para ahli kesehatan reproduksi memantau kesehatan saluran kemih seorang perempuan.

Selama ini kalau terjadi infeksi saluran kemih, proses pengobatan yang dilakukan oleh dokter adalah memberikan antibiotik, yang relatif ‘keras’ bagi tubuh. Padahal infeksi saluran kemih cenderung dialami berulang oleh seorang perempuan, sehingga pengobatan antibiotik pun harus dialami berulang oleh mereka. Tapi, sepertinya para ahli telah menemukan titik terang untuk mengatasi infeksi saluran kemih tanpa antibiotik.

Para peneliti dari Washington University melansir hasil penelitian mereka tentang cara baru mengatasi infeksi saluran kemih tersebut dengan jenis probiotik (jenis bakteri ramah) tertentu. Hasil ini telah dilansir oleh The Journal Clinical Infectious Diseases edisi Mei 2011. Penelitian tersebut melibatkan 100 orang perempuan yang mengalami infeksi saluran kemih berulang. Dalam penelitiannya, para ahli memberikan secara acak obat intravaginal yang berisi Lactobacillus crispatus bernama LACTIN-V dan placebo (kapsul kosong) selama 5 hari berturut-turut, setelah itu 1 kali seminggu selama 10 minggu.

Ann Stapleton, salah seorang anggota tim peneliti tersebut menjelaskan dalam artikel bahwa kapsul probiotik itu bisa menurunkan kejadian infeksi saluran kemih pada perempuan yang mendapatkan obat itu secara rutin. “Di antara 50 responden yang mendapatkan kapsul probiotik, hanya 7 yang mengalami infeksi ulangan selama masa penelitian. Sedangkan, di antara 50 responden yang mendapatkan placebo, 13 orang mengalami serangan ulang infeksi saluran kemih,” seperti dikutip dari The journal Clinical Infectious Diseases.

Walaupun begitu, Ann mengatakan bahwa mereka masih akan melakukan penelitian lanjutan, untuk memastikan apakah pengobatan dengan antibiotik bisa digantikan dengan jenis probiotik yang lebih “ramah” terhadap tubuh.

Yuk, share artikel ini ke teman-temanmu yang lain, supaya mereka tau info penting ini, Girls!

Related Articles
Healthy Body
11 Oct 2019

Herpes Kelamin, Si “Penyakit yang Nggak Mau Pamit”

Girls, kamu sebelumnya pernah dengar penyakit herpes kelamin nggak sih? Herpes kelamin itu merupakan...
Healthy Body
19 Mar 2022

Ketahui Manfaat Daun Sirih pada Pembalut

Seiring perkembangan zaman, kini pembalut sudah banyak macam dan variannya. Berbagai bahan dan tekno...
Healthy Body
19 Jun 2019

Kenapa sih, Cewek Gampang Anyang-anyangan?

Sering pipis saat menstruasi adalah hal yang wajar. Tetapi kalau terjadi sebelum atau setelah menstr...