pagi dok, saya mau

PERTANYAAN
Y
pagi dok, saya mau
08 July 2020

Pagi Dok, saya mau tanya Dok. Saat menjelang H-2 menstruasi saya selalu sakit kepala berkunang-kunang dan perut berasa begah. Ini normal ga sih Dok? Dan bagaimana caranya agar saya tetap merasa nyaman saat menjelang dan saat menstruasi ya Dok. Mohon pencerahannya terimakasih dan sukses selalu ???? #VAGTALKS

Menstruasi
Jawaban
logo image
dr. Laurier
14 July 2020

Hai, Yosi! Terima kasih atas pertanyaannya. Sakit kepala dan perut kembung adalah bagian dari gejala menjelang menstruasi. Kondisi ini dapat disebabkan karena hormonmu yang tidak seimbang selama menstruasi. Agar tidak berlama-lama mengalami kondisi ini, kamu bisa coba menyiasatinya dengan hal-hal berikut ini: 1. Saat terasa sakit kepala, segeralah mengemil 2. Minum banyak air 3. Beristirahat sejenak, minimal 15 menit 4. Lakukan teknik pengaturan napas agar tubuh menjadi relaks 5. Pergilah ke ruang terbuka untuk menghirup udara segar Jika gejala tidak hilang juga dalam waktu 30 menit, segera mengonsumsi obat. Atau jika sakit kepala bertahan lebih dari 3 hari, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang baik. Jadi kamu tidak perlu khawatir jika merasakan sakit kepala dan perut kembung saat menstruasi, karena itu adalah hal yang wajar. Semoga informasi ini membantu menjawab pertanyaanmu ya. Salam, dr. Laurier

Share now :

Pertanyaan terkait lainnya

S
haid yang tidak lancar

apa penyebab hadi tidak lancar yang artinya aku dapat haid 2 bulan 1x

Menstruasi
16 January 2026
Lihat Jawaban
V
menstruasi

kenapa saat menstruasi perut saya sangat sangat sakit?

Menstruasi
15 January 2026
Lihat Jawaban
B
Siklus menstruasi

Halo dok, saya brumur 14 tahun, terakhir mengalami menstruasi saat bulan maret 2025, dari tanggal 6 Maret-15 Maret, setelah itu aku sudah tak mengalam...

Menstruasi
28 December 2025
Lihat Jawaban
T
siklus mens

aku dapet nih seminggu, seminggu selesai, ya kyanya 12-15 hari kemudian aku dapet lagi, kenapa ya?

Menstruasi
17 December 2025
Lihat Jawaban