ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

“Warisan” Gangguan Reproduksi

“Warisan” Gangguan Reproduksi

30 Jun 2019

“Warisan” Gangguan Reproduksi

Girls, proses pertumbuhan fisik itu emang keliatan jelas pas masa puber. Ada perempuan yang mengalami perubahan fisiknya lebih cepat, ada juga yang sangat lambat. Termasuk juga menstruasi, nih. Kondisi ini dipengaruhi sama kecukupan produksi kadar hormon dan warisan dari ibu. Proses yang sama bisa jadi tanda untuk mewariskan gangguan reproduksi juga, lho.

Itu adalah kesimpulan para peneliti dari National Institutes of Health Clinical Center, milik pemerintah Amerika Serikat, setelah melakukan penelitian bersama dengan Massachusetts General Hospital. Para peneliti penasaran untuk melakukan pengamatan terhadap kondisi puber, karena diketahui bahwa ada perempuan yang mengalami penundaan puber akibat kadar hormon yang sangat rendah, dan ada juga yang mengalami periode puber lebih awal justru mengalami gangguan reproduksi saat dewasa.

Penelitian yang sudah berlangsung dari Desember 2011 ini, melibatkan 500 responden. Setiap responden diambil sampel darahnya di awal penelitian, dan mengisi kuesioner yang mendata gejala-gejala pubertas mereka. Setiap respoden juga diminta untuk menjalani uji kemampuan mencium. Sepanjang periode penelitian, proses perkembangan dan kondisi kesehatan para responden dicatat dan diamati. Selain itu, anggota keluarga respoden juga dicatat kondisi kesehatannya.

Para peneliti menemukan bahwa pubertas merupakan fase penting kesehatan reproduksi. Seseorang akan mengalami pubertas kalau kelenjar hipotalamus di otak memproduksi Gonadotropin Releasing Hormone, atau GnRH. Semakin banyak GnRH diproduksi, semakin cepat proses pubertas berlangsung. Sayangnya, faktor untuk mendorong hipotalamus memproduksi GnRH belum diketahui. Sebaliknya, kurangnya kadar GnRH bisa memperlambat pubertas, yang berarti juga memperlambat pematangan reproduksi. Dalam pengamatannya, para ahli menemukan kalau seseorang mengalami hal ini di usia puber, maka anggota keluarga yang lebih tua biasanya juga mengalami hal yang sama, bahkan nantinya mengalami gangguan kesehatan reproduksi.

Saat ini lembaga-lembaga terkait sedang melanjutkan penelitian untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang hubungan genetis, dan mendapatkan cara untuk mengatasi gangguan tersebut supaya nggak diturunkan pada generasi selanjutnya.

Nah, kalau kamu nggak mau anak kamu nantinya mengalami gangguan reproduksi, itu artinya mulai sekarang kamu harus menjaga kesehatan reproduksimu dengan baik, Girls! Ingat, jangan sampai kamu telat dan menyesal nantinya ya!

Ajak teman-teman cewekmu untuk baca artikel ini yuk, supaya mereka juga bisa tau tentang info ini!

Related Articles

Adulthood
19 May 2021

Mengulik Fakta Berhubungan Seks Setelah Menstruasi. Tetap Bisa Hamil?

Seperti yang sudah kamu tahu, menstruasi adalah proses normal yang setiap bulannya dirasakan oleh ka...
Adulthood
21 Oct 2022

Ingin Tubektomi? Pelajari Efek Sampingnya Dulu, yuk!

Bisa dibilang, tubektomi adalah metode kontrasepsi yang paling efektif untuk mencegah kehamilan. Soa...
Adulthood
28 Oct 2019

Rahasia Darah Menstruasi

Darah menstruasimu pernah terlihat banyak, berwarna kehitaman dan menggumpal? Pasti kamu kaget melih...