Darah Keluar Lagi Setelah Selesai Menstruasi, Normalkah?
Menstruasi biasanya berlangsung selama 5 sampai 7 hari dengan volume darah yang semakin berkurang hingga akhirnya berhenti. Namun, terkadang beberapa perempuan mengalami perdarahan kembali atau keluarnya darah dari vagina setelah menstruasi berhenti. Apa penyebabnya, ya? Yuk, cari tahu dalam artikel ini!
Penyebab Darah Keluar Lagi Setelah Menstruasi Selesai
Darah yang keluar lagi setelah periode menstruasi selesai bisa terjadi karena berbagai penyebab, antara lain:
1. Sisa Darah Menstruasi
Dalam beberapa kasus, darah menstruasi tidak keluar sepenuhnya selama periode menstruasi. Terkadang, ada darah menstruasi yang masih tersisa dan baru keluar setelah periode menstruasi dianggap selesai. Biasanya, kondisi ini terjadi dalam jarak 1-2 hari setelah menstruasi selesai dan berupa flek berwarna cokelat atau kemerahan.
2. Ketidakseimbangan Hormon
Hormon merupakan salah satu faktor yang sangat memengaruhi siklus menstruasi. Ketidakseimbangan hormon, khususnya hormon reproduksi, dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur, termasuk keluarnya darah di luar periode menstruasi. Hal ini umumnya terjadi saat memasuki masa pubertas atau perimenopause. Namun, pada kondisi lain seperti malnutrisi (overweight atau underweight), hal tersebut juga dapat terjadi.
3. Efek Samping KB
Keluarnya darah dari vagina setelah menstruasi juga bisa disebabkan oleh penggunaan alat kontrasepsi (KB). Misalnya, saat berhenti mengonsumsi pil KB, dapat terjadi perubahan hormon dalam tubuh yang memicu keluarnya darah dari vagina dan membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur.
Baca Juga: Benarkah Pil KB Bisa Pengaruhi Siklus Menstruasi?
4. Kehamilan
Keluarnya darah dari vagina di luar periode menstruasi juga bisa disebabkan oleh proses implantasi, yaitu menempelnya embrio ke dinding rahim pada awal kehamilan. Kondisi ini biasanya hanya berlangsung beberapa hari dan berupa flek kecokelatan. Namun, perlu diketahui tidak semua kehamilan akan mengalami perdarahan pada saat proses implantasi. Perdarahan bukan merupakan tanda normal dari suatu kehamilan.
5. PCOS
Polycystic ovarian syndrome (PCOS) atau sindrom polikistik ovarium adalah gangguan hormon pada perempuan di usia subur yang ditandai dengan gangguan menstruasi serta kelebihan hormon androgen. Kondisi ini dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur sehingga dapat memengaruhi kesuburan.
6. Infeksi Menular Seksual
Infeksi menular seksual adalah berbagai penyakit kelamin yang dapat menular melalui aktivitas seksual, baik itu anal, vaginal, maupun oral. Salah satu gejala yang dapat muncul adalah perdarahan dari vagina di luar periode menstruasi.
7. Penyakit yang Diderita
Beberapa jenis penyakit juga bisa menyebabkan keluarnya darah dari vagina di luar periode menstruasi. Beberapa di antaranya yaitu kanker serviks, penyakit tiroid, mioma uteri, dan beberapa penyakit lain yang berkaitan dengan hormon maupun sistem reproduksi.
Tips Mengatasi Perdarahan Setelah Menstruasi
Jika kamu mengalami perdarahan setelah menstruasi, penanganannya akan bergantung pada penyebabnya. Namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:
1. Perbaiki Gaya Hidup
Hormon berkaitan erat dengan gaya hidup. Kebiasaan mengonsumsi makanan kurang sehat atau memiliki gaya hidup pasif dapat menyebabkan gangguan hormon. Misalnya, mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam.
2. Kelola Stres
Kondisi psikologis juga memengaruhi hormon dalam tubuh. Misalnya saja saat kamu sedang berada di bawah tekanan. Cobalah untuk berusaha mengelola stres dengan tidur yang cukup serta melakukan teknik relaksasi, seperti yoga.
Baca Juga: 5 Tips Mengatasi Kecemasan Berlebih saat Menstruasi
3. Atur Aktivitas Fisik
Berolahraga secara rutin dapat membantu menjaga keseimbangan hormon tubuh. Namun, aktivitas fisik dengan intensitas tinggi justru dapat menyebabkan gangguan hormon, sehingga memicu perubahan pada siklus menstruasi, termasuk perdarahan di luar periode menstruasi.
Perlukah ke Dokter saat Mengalami Perdarahan Setelah Menstruasi?
Meskipun perdarahan setelah menstruasi bisa terjadi, kondisi ini juga dapat menandakan adanya masalah kesehatan. Jika kamu merasa ragu dengan penyebabnya, kamu bisa melakukan konsultasi terlebih dahulu secara online melalui Ask dr. Laurier. Kamu bisa bertanya berdasarkan keluhan apa saja yang kamu rasakan selain adanya perdarahan saat menstruasi.
Selain itu, kamu juga bisa konsultasi mengenai masalah lain seputar menstruasi, seperti darah haid keluar sedikit, nyeri berlebihan saat menstruasi, periode menstruasi terlalu panjang, atau berbagai masalah lain mengenai reproduksi.
Kesimpulan
Perdarahan setelah menstruasi bisa terjadi karena sisa darah yang belum sepenuhnya keluar saat menstruasi berlangsung atau akibat adanya masalah kesehatan, seperti gangguan hormon maupun infeksi. Untuk mengetahui penyebab pasti dari kondisi ini, disarankan segera melakukan konsultasi pada dokter agar bisa mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.

Selama periode menstruasi kamu bisa menggunakan Laurier Healthy Skin, pembalut pertama yang teruji klinis menjaga kesehatan kulit area kewanitaan. Dengan inovasi baru 3D Pori Bergelombang yang meningkatkan 80% sirkulasi udara karena pembalut tidak menempel sepenuhnya pada permukaan kulit, serta memiliki permukaan yang extra lembut dan nyaman di kulit.Cegah Lembap, Cegah Iritasi dengan Laurier Healthy Skin.