Ternyata Menstruasi Bisa Memengaruhi Perilakumu, lho!
ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

Ternyata Menstruasi Bisa Memengaruhi Perilakumu, lho!

Ternyata Menstruasi Bisa Memengaruhi Perilakumu, lho!

17 Jun 2019

Ternyata Menstruasi Bisa Memengaruhi Perilakumu, lho!

Girls, ternyata kalau kamu peka, kamu bisa tau loh, saat-saat tertentu pas kamu berubah jadi lebih sensitif. Misalnya jadi gampang tersinggung, gampang sedih sampe nangis-nangis, atau malah nggak bisa mengendalikan emosi dan marah-marah. Pas hal ini terjadi, biasanya orang-orang di sekitarmu bakal tau kalau kamu bentar lagi akan mengalami menstruasi. Bisa jadi kamu malah nggak sadar, tapi pola yang berulang bikin mereka bisa memastikannya.

Tapi, sebenarnya nggak cuma emosi-emosi negatif aja loh, yang dialami sama cewek selama siklus menstruasi. Pada beberapa fase siklus, kamu juga bisa merasa bahagia banget, bersemangat, dan bisa berpikir lebih tajam.

Fase Folikular: Masa Bahagia

Fase folikular dimulai pada hari pertama kamu menstruasi sampai 10 atau 14 hari setelahnya. Selama periode ini, hormon estradiol bakalan meningkat. Hormon ini sebenarnya berfungsi menstimulasi produksi FSH (Follicle-stimulating hormone) yang berperan mematangkan sel telur. Tapi ternyata juga bisa menekan dampak adrenalin dan kortisol yang biasanya bikin seseorang jadi gelisah dan stres. Akibatnya, pada periode Folikular ini emosimu cenderung tenang dan bisa merasa bahagia. Kamu keliatan jadi lebih energik karena punya cukup semangat dan bisa berpikir sangat intens.

Masa Ovulasi: Shopping time!

Selama masa subur yang dialami seorang cewek, sejenis hormon yang tinggi di dalam tubuh adalah LH (Luteinizing Hormone). Hormon ini memicu proses pelepasan sel telur. Pada masa ini, estradiol diproduksi cukup banyak oleh tubuh, dan merangsang insulin bekerja lebih efektif. Insulin yang tinggi bisa meningkatkan dorongan seks pada seorang cewek.

Penelitian yang diterbitkan dalam bentuk artikel di Journal of Consumer Psychology, menjelaskan bahwa seiring peningkatan dorongan seks, terjadi juga peningkatan kebutuhan untuk mempercantik diri. Nggak heran kalau dorongan buat belanja baju, dan peralatan make up sering dialami pada masa ini.

Fase Luteal: Serangan PMS

Setelah masa ovulasi, folikel kosong yang awalnya berisi sel telur memproduksi hormon progesteron yang berfungsi membentuk lapisan dinding rahim dan menyiapkannya sebagai tempat pertumbuhan janin. Bersamaan dengan meningkatnya kadar progesteron, kamu bakalan mulai mengalami gangguan mood. Hal ini disebabkan karena kadar progesteron yang tinggi memicu produksi kortisol, sejenis hormon yang cuma diproduksi tubuh pas lagi stres. Kalau kadar kortisol kamu tinggi karena faktor-faktor eksternal, seperti pekerjaan yang menumpuk, maka proses produksi kortisol yang dipicu progesteron ini biasanya menyebabkan kondisi berlebihan yang bikin gangguan emosi dan perilaku. Kondisi emosi yang nggak nyaman ini umumnya mendorong kamu pengen mencari cara supaya merasa lebih nyaman. Artikel di Journal of Consumer Psychology menjelaskan pada saat inilah cewek jadi gampang banget tergoda untuk makan apapun.

Sekalipun berbagai gejala yang nggak nyaman terjadi di fase luteal ini, kamu bisa bikin kondisi emosi jadi lebih stabil dengan menerapkan pola hidup sehat. Misalnya, konsumsi makanan bernutrisi, menghindari alkohol dan nikotin, cukup tidur, dan berolahraga rutin adalah cara yang paling tepat untuk memerangi PMS.

So, Girls, pasti sekarang kamu baru sadar kalau selama siklus menstruasi kamu juga bisa bahagia dan bersikap positif, kan? Jangan selalu mikir kalau siklus menstruasi itu bakalan bikin mood kamu jadi negatif terus, ya!

Share artikel ini ke teman-teman cewekmu, yuk, supaya mereka juga bisa tau tentang info ini, Girls!

Related Articles

Adulthood
10 Sep 2019

Menstruasiku Ini Normal Nggak, ya?

Saat periode menstruasi datang, pasti ada beberapa hal yang biasanya bikin khawatir para cewek, yang...
Adulthood
23 Jun 2019

Rajin Datang Tiap Bulan, Siapa ya?

Tamu yang satu ini emang rajin banget, nih! Nggak diundang pun, dia bakalan tetap datang. Malah kada...
Adulthood
03 Dec 2019

Jangan Temenan Sama Skinny Jeans!

Model skinny jeans yang ketat menempel di kulit memang bikin kakimu jadi terlihat lebih ramping, Gir...