Pil KB Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta ya?
ask dr laurier

Punya pertanyaan seputar kewanitaan dan Menstruasi?

Pil KB Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta ya?

Pil KB Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta ya?

27 Jun 2022

Pil KB Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta ya?

“Cukup dua anak” merupakan kampanye keluarga berencana yang dilakukan pemerintah sejak lama untuk menekan jumlah pertumbuhan penduduk di Indonesia. Selain itu, jumlah anak yang terlalu banyak juga dikhawatirkan akan mempersulit kesejahteraan anak. Untuk membatasinya, maka pil KB menjadi salah satu pilihannya.

Sejarah pil KB Menjadi Penyebab Kegemukan

Tidak ada asap jika tak ada api, artinya kepercayaan masyarakat bahwa pil KB bisa membuat gemuk pastilah ada dasar atau alasannya. Ternyata, pil KB memang bisa membuat orang yang mengonsumsinya mengalami kenaikan berat badan cukup drastis. Namun, hal ini berlaku pada pil KB yang pertama kali diproduksi, yaitu tahun 1960.

Pada masa tersebut pil KB mengandung kadar estrogen dan progesteron yang tinggi. Padahal hormon estrogen ini dapat memicu naiknya nafsu makan. Tidak hanya itu saja, hormon tersebut juga menyebabkan retensi cairan, yaitu kondisi di mana terjadi penumpukan cairan dalam tubuh. Kedua hal tersebutlah yang akhirnya membuat berat badan bertambah drastis saat mengonsumsinya.

Fakta Pil KB dan Kenaikan Berat Badan

Saat ini, pil KB masih mengandung kedua hormon tersebut dan ada juga yang hanya mengandung hormon progesteron saja. Meskipun begitu, kadar estrogen yang terkandung jauh lebih rendah dibandingkan pil KB terdahulu. Hal ini sangat memengaruhi dampak konsumsi pil KB terhadap kenaikan berat badan.

Memang, kenaikan berat badan masih mungkin terjadi setelah mengonsumsinya. Namun tidak akan terlalu signifikan dan biasanya akan kembali normal setelah beberapa saat konsumsi. Penyebabnya karena kenaikan berat badan terjadi akibat retensi cairan sehingga tidak bersifat permanen. Jadi ini bukan hal yang perlu khawatirkan.

Lalu, bagaimana ya jika berat badan naik drastis setelah konsumsi pil KB?

Nah, jika ini terjadi maka cobalah untuk menganalisa kembali pola makanmu. Bisa jadi kenaikan ini bukan karena pil KB, melainkan perubahan pola makan Ibu yang tidak seimbang dengan aktivitas.

Selain masalah berat badan, banyak juga yang mengeluhkan masalah munculnya pendarahan dari vagina saat mengonsumsi pil KB. Kamu tidak perlu panik, karena hal ini sebenarnya wajar terjadi dan sebagian besar wanita juga mengalaminya. Penyebab terjadinya pendarahan adalah meluruhnya dinding rahim untuk mencegah terjadinya pembuahan. Untuk mengatasi masalah ini, kamu disarankan mengonsumsi pil KB dalam waktu yang sama setiap harinya.

Agar masalah pendarahan ini tidak mengganggu aktivitasmu, kamu bisa menggunakan Laurier Super Slimguard, yaitu pembalut ultra slim dengan teknologi lapisan serap ultra tipis 1mm berkapasitas 200x. Dengan quick dry sheet, Ppembalut ini mampu menyerap cairan lebih cepat dan fleksibel, serta nyaman mengikuti bentuk tubuh. Dengan desainnya yang tipis kamu bisa tetap beraktivitas bebas tanpa rasa ganjal.

Related Articles

Adulthood
05 Dec 2019

4 Jenis Makanan untuk Menjaga Kesehatan Ovarium

Girls, kamu pasti udah nggak asing lagi kan, sama kata “indung telur”? Tapi kamu tau ngg...
Adulthood
09 Jul 2019

Tips Makan Sehat Supaya Menstruasi Tetap Lancar

Girls, kamu harus tau nih, kalau tubuh yang terlalu kurus ternyata menandakan kurangnya cadangan lem...
Adulthood
14 Jun 2019

Atur Asupanmu Untuk Mengurangi Gejala Endometriosis

Kamu pernah dengar tentang endometriosis nggak, Girls? Endometriosis adalah penyakit di mana adanya ...