Menu

Latest Research

menstruasi Vaksin HPV Memperbaiki Kesuburan Perempuan

Vaksin HPV Memperbaiki Kesuburan Perempuan

Saat ini diketahui baru 40% remaja, perempuan dan laki-laki di Amerika, yang mendapatkan vaksinasi HPV. Angka ini relatif rendah. Sebenarnya ini merupakan masalah di seluruh dunia. Rata-rata orang tua cemas pemberian vaksin HPV dapat memengaruhi kesuburan anak merek kelak.

Polemik tentang pemberian vaksin HPV ini seharusnya segera berakhir setelah para peneliti dari Boston University School of Public Health (BUSPH) menemukan fakta bahwa perempuan yang mendapatkan vaksin tersebut justru menjadi lebih subur dan mudah mengalami pembuahan.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan oleh the Journal Paediatric and Perinatal Epidemiology. Artikel berupa laporan penelitian tersebut menjelaskan bahwa pasangan yang telah mendapatkan vaksinasi HPV lebih mudah mengalami pembuahan. Awalnya para peneliti tidak mengamati perempuan yang terdata mengalami infeksi menular seksual (IMS), karena fakta rendahnya kemungkinan mereka mengalami pembuahan. Tetapi kemudian ditemukan bahwa seorang perempuan yang pernah mengalami IMS, dan kemudian mendapatkan vaksinasi HPV, punya kesempatan pembuahan yang sama seperti perempuan yang belum pernah mengalami infeksi.

Kathryn McInerney, pemimpin tim peneliti yang juga menulis laporan penelitian menguraikan bahwa hasil penelitian mereka menemukan tidak ada dampak negatif vaksinasi HPV terhadap kesehatan. Sebaliknya justru melindungi kesuburan responden yang sebelumnya pernah mengalami infeksi seksual menular.

Responden penelitian ini adalah responden the Pregnancy Study Online ( PRESTO), sebuah survei tentang periode konsepsi yang dibuat para ahli perencana kehamilan di Amerika Utara. Penelitian ini melibatkan 3.483 responden perempuan dan pasangannya, yang berusia antara 21-45 tahun dan sedang merencanakan kehamilan. Para ahli mengamati setiap pasangan selama setahun, atau hingga pasangan tersebut mengalami pembuahan.

Dari data tersebut diketahui bahwa 33.9% responden perempuan telah menjalani vaksinasi HPV, sedangkan lelaki yang menjadi pasangannya, terdata hanya 5.2% yang telah mendapatkan vaksinasi.

Menurut Kathryn McInerney dalam bagian akhir tulisannya, hasil penelitian tersebut seharusnya mengakhiri kecemasan untuk mendapatkan vaksinasi, dan bisa menjadi acuan para praktisi kesehatan saat menjelaskan tentang manfaat vaksinasi HPV.

Related Articles