Menu

Style Update

menstruasi Tie Dye Is Coming in Hot

Tie-Dye Is Coming in Hot

Motif tie-dye atau dikenal sebagai jumputan di Indonesia, akan jadi salah satu tren besar di 2019.  Jejaknya jelas terbaca sejak brand besar seperti R13, Prabal Gurung dan Eckhaus Latta menampilkan koleksi spring-summer di New York Fashion Week, September 2018 lalu.

Kita, di Indonesia, mengenal tie-dye sebagai kerajinan tangan yang diajarkan di sekolah. Tie-dye juga dikenal di beberapa daerah sebagai cara mengerjakan motif kain tradisional, seperti di Jawa Tengah, dan Palembang. Di dunia Internasional, tie-dye terakhir kali mewabah pada tahun 60an-70an. Umumnya berupa T-shirt berwarna mencolok yang dikenakan kaum hipies.

Berbeda dari tie-dye di masa sebelumnya, proses pembuatan motif tie-dye saat ini berbeda. Pola motif dirancang berbentuk dan rapi, kerapatannya diatur sehingga terlihat menarik, dan dibuat di atas bahan berkelas seperti silk, tafeta dan linen. Faktor ini membuat tie-dye dapat dikenakan ke berbagai acara, tidak hanya dikenakan untuk bersantai.

Hasilnya adalah line fashion yang apik berkesan organik, gaya bohemian yang berkelas, pengulangan motif lama yang terlihat kontemporer. Sekalipun tahun 2019 baru saja dimulai, kita sudah bisa menemukan tie-dye di mana-mana, di butik perancang kenamaan hingga brand ready to wear, jadi bisa terbayangkan betapa besar "serangan" tie-dye tahun ini.

Sumber: popsugar.com

Related Articles