Menu

Latest Research

menstruasi Sel Buatan Mengatasi Masalah Infertilitas

Sel Telur Buatan Mengatasi Masalah Infertilitas

Para peneliti dari Univesity of Edinburgh dan the Center for Human Reproduction di New York, USA, telah berhasil mematangkan sel telur manusia di laboratorium. Ini adalah terobosan luar biasa di bidang pengetahuan. Para peneliti memastikan mereka berhasil mempelajari proses pematangan sel telur secara detail.

Penelitian ini melibatkan 10 responden perempuan yang berusia antara akhir 20 hingg dan 30 tahun. Mereka mendonasikan 48 sel telur untuk diteliti di laboratorium dalam kondisi yang sangat terkotrol. Penelitian ini berlangsung dalam empat tahapan, sesuai proses pematangan sel telur. Selama penelitian para ahli memastikan seluruh sel telur mencapai tahap akhir proses pematangan, tetapi hanya 9 sel telur yang mencapai kematangan sempurna.

Para peneliti menegaskan bahwa hasil yang dicapai ini baru merupakan tahap awal dan membutuhkan penelitian lanjutan agar dapat menjadi metode yang digunakan secara umum. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada the Journal Molecular Human Reproduction edisi terakhir, yang terbit pada awal tahun 2018.

Penulis laporan menjelaskan bahwa perempuan dilahirkan dengan sel telur yang belum matang di dalam indung telur. Sel-sel telur ini akan mengalami proses pematangan seiring waktu, bertahap setiap siklus menstruasi. Tepat pada masa subur, 1 sel telur matang dilepaskan oleh indung telur. Kematangan sel telur ini membutuhkan pengendalian penuh di dalam lab, seperti kadar oksigen, hormon, nutrisi dan protein untuk dapat berkembang dan matang.

Keseimbangan yang tepat untuk mencapai kematangan sel telur di dalam tubuh perempuan belum bisa ditiru oleh laboratorium. Tetapi dalam keterbatasan inipun, para ahli telah menghasilkan 10% sel telur matang.

Tentu saja hasil penelitian ini akan menjadi berita gembira bagi perempuan yang mengidap kanker dan harus menjalani kemoterapi atau radiasi, yang cenderung mematikan sebagian sel telur. Metodenya, sebelum menjalani pengobatan kanker seseorang harus terlebih dulu diambil dan dibekukan sel telurnya, untuk kemudian digunakan kelak. Hal ini memberi harapan bagi perempuan penderita kanker untuk tetap hamil dan melahirkan, kata para peneliti.

Related Articles