Menu

Latest Research

menstruasi Pil Kontrasepsi Menumpulkan Kemampuan Merespons Emosi

Pil Kontrasepsi Menumpulkan Kemampuan Merespons Emosi

Jika selama ini pengguna pil kontrasepsi mengeluhkan gangguan kulit dan tubuh yang bertambah berat, maka para ahli dari Jerman menemukan satu lagi dampak negatif penggunaan pil kontrasepsi, yaitu menurunnya kemampuan perempuan merespons emosi orang-orang di sekitarnya.

Alexander Lischke, psikolog dari University of Greifswald yang memimpin penelitian tersebut menjelaskan bahwa gangguan emosi itu nyaris tidak dirasakan, tetapi bisa menyebabkan gangguan hubungan antara pengguna pil kontrasepsi dengan orang-orang di sekitarnya, termasuk pasangan.

Dalam penelitian pertama yang meneliti hubungan tambahan hormon ke dalam tubuh dengan kontrol emosi ini, para ahli mengamati 41 orang responden perempuan yang menggunakan pil kontrasepsi, dan 53 orang responden perempuan yang tidak menggunakan pil kontrasepsi. Sebelum penelitian ini dimulai, lebih dulu dikumpulkan data dari para resonden, antara lain; usia, pendidikan, kesulitan yang sedang dialami, kemampuan memahami kondisi orang lain, siklus menstruasi, dan status penggunaan kontrasepsi.

Selanjutnya para responden diminta mengikuti sejenis test untuk menguji kemampuan seseorang membaca isyarat yang terpancar dari mata seseorang dalam bentuk gambar hitam putih. Isyarat tersebut bermacam-macam dan relatif kompleks, termasuk keresahan, kesedihan, gembira dan bangga juga pandangan menghina.

Hasil penelitian yang telah diterbitkan pada edisi awal tahun 2019, di jurnal Frontiers in Neuroscience menemukan bahwa kemampuan perempuan pengguna kontrasepsi 10% lebih buruk ketika menilai emosi yang ditampilkan melalui ekspresi wajah dan mata dari sosok-sosok yang ada pada gambar tersebut, dibandingkan perempuan yang tidak menggunakan kontrasepsi.

Menurut Alexander Lischke, sekalipun pemicu penurunan kemampuan menilai emosi pada perempuan pengguna kotrasepsi belum jelas, tetapi bisa diperkirakan hormon reproduksi yang terkandung di dalam pil kontrasepsi, estrogen dan progesteronlah penyebabnya.

Saat ini diketahui ada sekitar 100 juta perempuan pengguna pil kontrasepsi di seluruh dunia, berarti sangat mungkin dampak ini dialami mereka, tanpa disadari. Terlebih lagi karena penelitian tentang efek samping emosional yang disebabkan oleh kontrasepsi ini masih sangat langka. Bahkan penelitian para ahli dari Jerman ini adalah penelitian pertama yang berfokus pada kontrol emosional.

Responden penelitian yang relatif kecil hanya 94 orang, perlu mendapatkan pengujian lebih lanjut. Hal inilah yang membuat Alexander Lischke merasa perlu mengembangkan penelitianya menjadi penelitian dengan jumlah responden lebih banyak dan metode penelitian yang lebih baik.

Related Articles