Menu

Latest Research

menstruasi Penyebab Penyebaran Kanker Indung Telur

Penyebab Penyebaran Kanker Indung Telur

Dalam jurnal terbuka ACS Central Science, yang diterbitkan oleh American Chemical Society, awal September 2018, telah dilansir hasil penelitian para ahli dari UIC (University of Illinois at Chicago) tentang proses menyebarnya sel kanker indung telur. Menurut Joanna Burdette seorang profesor yang menjadi salah satu penulis laporan tersebut, penelitian ini dilakukan karena selama ini telah terjadi kesalahpahaman yang menganggap bahwa sel-sel kanker indung telur, terbentuk di dalam indung telur.

Ternyata hal tersebut keliru. Sel kanker indung telur, sebenarnya berasal dari saluran telur, tuba fallopi, yang bermigrasi ke dalam indung telur dan menjadi kanker di sana. Hingga saat ini di Amerika, kanker indung telur tercatat sebagai penyebab kematian ke-5 tertinggi pada perempuan. The American Cancer Society memperkirakan bahwa hingga akhir tahun 2018 nanti, akan terdiagnosa sebanyak  22.240 perempuan yang mengalami kanker indung telur dan sebanyak 85% terdiagnosa setelah sel kanker menyebar sehingga semakin sulit diatasi.

Para ahli berusaha menemukan penyebab berpindahnya sel tersebut, dengan memerhatikan reaksi kimia yang terjadi antara tuba falopi dan indung telur. Metode yang digunakan adalah pencitraan massa spektometri dengan obyek penelitian adalah jaringan indung telur tikus.

Para peneliti kemudian menemukan adanya kadar norepinepherine (sejenis hormon) yang sangat tinggi ketika sel kanker masih berada di dalam tuba falopi, dan kondisi ini mendorong sel kanker berpindah ke indung telur. Menurut para ahli, fakta tersebut mengindikasikan adanya reaksi kimia antara tuba falopi dan indung telur.

Hingga saat ini, para peneliti belum menemukan reaksi apakah yang dipicu tuba falopi dan menyebabkan indung telur memroduksi norepinepherine yang sangat tinggi itu. Tetapi mengetahui bahwa terjadi reaksi kimia di antara tuba falopi dan indung telur adalah pangkal terbentuknya kanker merupakan titik terang.

Saat ini penelitian masih diteruskan, dan para ahli tidak sekadar berusaha mengetahui cara menghentikan penyebaran sel kanker ke indung telur, tetapi juga mempelajari reaksi tuba falopi yang memicu produksi norepinepherine, sehingga bisa mencegah terjadinya kanker indung telur.

Related Articles