Menu

Latest Research

Pastikan Jenis Kelamin Janin di Minggu ke-7 Kehamilan


 

Alat pendeteksi jenis kelamin janin ini, sebenarnya telah dipasarkan secara bebas di Amerika, namun pada pertengahan Januari 2013, The Journal of American Medical Association merilis hasil pengkajian yang telah dilakukan oleh para ahli tentang alat ini.

Artikel yang ditulis oleh Dokter Diana Bainchi, Direktur Eksekutif Mother Infant Research Institute di Tufts Medical Centere, Boston, USA ini menyatakan bahwa alat uji jenis kelamin yang menggunakan sampel darah, cenderung lebih akurat dibandingkan dengan sampel urin. Alat tersebut baru menunjukkan hasil yang akurat jika digunakan oleh ibu hamil setelah usia kandungannya ada di minggu ke-7.

Alat ini, dapat digunakan secara mudah, hanya mengharuskan seorang ibu menusuk ujung jarinya untuk mengambil sample darah, kemudian memasukkan sampel darah itu ke dalam tabung yang tersedia, dan mengirimkannya ke laboratorium terdekat yang telah ditentukan. Hanya dalam waktu 3-5 hari, ibu akan mendapatkan kembali hasil testnya, berisi penjelasan tentang jenis kelamin janin yang dikandung.

Di laboratorium, sampel darah itu diperiksa; jika ditemukan kromosom Y pada sampel darah, dapat dipastikan bahwa janin yang dikandung adalah lelaki, jika tidak ditemukan kromosom Y, maka disimpulkan janin adalah perempuan, atau, dijelaskan kemungkinan DNA janin tidak terdapat dalam sample darah tersebut.

Sekalipun awalnya mengundang kontroversi, namun lembaga Food and Drug Administration  (FDA) meloloskan alat ini untuk digunakan secara luas, dengan pertimbangan itu adalah alat uji dan bukan obat. Namun FDA tetap memantau maraknya penggunaan alat tersebut, sehubungan adanya kecemasan alat itu digunakan untuk memilih jenis kelamin janin.

Dikhawatirkan bahwa pasangan yang sedang mengandung akan menggugurkan janin jika diketahui jenis kelamin janin tidak sesuai harapan. Karena alasan ini jugalah alat uji kelamin janin ini tidak dipasarkan ke Cina dan India, karena di sana anak lelaki lebih dihargai daripada anak perempuan, dan janin perempuan cenderung untuk digugurkan.

Related Articles