Menu

Reproductive Health

menstruasi iritasi Miss V Gatal%2C Tak Hanya Karena Iritasi

Miss V Gatal, Tak Hanya Karena Iritasi

Area genital atau dikenal secara spesifik sebagai vagina, adalah organ yang sangat unik. Terdiri dari lipatan-lipatan dan lekukan kulit yang membuatnya rentan mengalami lembap dan akhirnya mengalami infeksi kulit. Jadi, tak semata-mata karena iritasi. Lalu, apakah sajakah infeksi yang menyebabkan miss v gatal itu?

Ada dua jenis infeksi di area vagina yang sangat umum, yaitu:

Bacterial Vaginosis (BV). Seseorang bisa mengalami infeksi ini jika bakteri terlalu aktif berkembang biak.  Gejala terjadinya infeksi ini selain miss v gatal, adalah:

Infeksi ragi.  Jenis infeksi ini bisa kita alami jika ada sejenis jamur (ragi), yang aktif berkembang biak. Gejala yang dialami selain ruam dan miss v gatal adalah:

  • Sensasi terbakar, kulit di area vagina terlihat kemerahan dan membengkak
  • Nyeri saat berkemih
  • Unsur kental berwarna putih seperti keju

Jika miss v gatal disertai gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Kondisi kedua infeksi ini memang dipicu lembap tapi bukan iritasi biasa. Dan miss v gatal karena infeksi ini hanya dapat diatasi dengan obat dokter.

Infeksi di area vagina bisa dicegah asalkan selalu melakukan langkah berikut ini:

  1. Bersihkan area kulit di sekitar vagina setiap hari hanya dengan air bersih. Setiap kali selesai menggunakan toilet, bersihkan area vagina dengan gerakan dari arah depan ke belakang, bukan sebaliknya.
  2. Pastikan sirkulasi udara ke area vagina tidak terhambat. Bakteri menyukai panas dan lembap. Karenanya hindari pakaian dalam yang ketat, atau yang berbahan sintetis karena memerangkap lembap di permukaan kulit. Sebaliknya, kenakan celana berbahan katun yang menyerap keringat. Selain itu gunakan pembalut yang tak hanya menampung cairan menstruasi, melainkan juga menjaga kesehatan kulit area kewanitaan. Saat ini, satu-satunya pembalut jenis ini adalah Laurier Healthy Skin. Pembalut ini memiliki permukaan 3D Pori Bergelombang, sehingga meningkatkan 80% sirkulasi udara ke area permukaan kulit area kewanitaan. Jadinya, pembalut tetap kering. Kulit bebas lembap. Mencegah terjadinya miss v gatal.
  3. Ganti segera pakaian yang basah atau lembap setelah berolahraga. Bakteri sangat menyukai tempat lembap atau basah, sehingga bisa menyebabkan miss v gatal.
  4. Jangan menggunakan produk pembersih di saluran vagina akan mematikan bakteri baik yang bertugas mencegah terjadinya infeksi. Hindari menggunakan produk pembersih yang beraroma. Berbagai unsur pembersih seperti semprotan, pembalut dan pantyliner, yang mengandung pengharum, dapat memicu iritasi dan dalam kondisi lembap bisa memicu infeksi.
  5. Ganti celana dalam setiap hari. Langkah ini meminimalkan risiko berkembang biaknya bakteri di area kulit sekitar vagina.
  6. Minum banyak air. Cara ini bisa membantu membersihkan saluran kemih yang otomatis akan membersihkan saluran vagina bagian luar.

Sebenarnya, 8 dari 10 wanita Indonesia berpotensi mengalami iritasi, apakah kamu salah satunya? Cek www.dontgetirritated.id  #DontGetIrritated

Related Articles