Menu

Sociolife

menstruasi Menghadapi Kemarahan Mama

Menghadapi Kemarahan Mama

Mama marah karena kita lalai melakukan sesuatu? Seharusnya sih pantes-pantes aja. Tapi kalau justru sebaliknya marah bukan karena kesalahan kita, jadinya nggak asyik. Agar kita nggak bete berlama-lama pelajari cara menghadapi kemarahan mama dengan baik.

Dengarkan baik-baik. Saat mama marah, coba deh didengarkan. Biasanya , di antara kemarahan beliau, ada nasehat untuk kita. Lagi pula, siapa tahu memang kita pantes dimarahi. Jika mama sering nyerewetin kita, bukan berarti beliau nggak sayang sama kita. Sebaliknya, mama ingin kita menjadi lebih baik. Jadi, saat mengomel, sebenarnya mama menunjukkan rasa sayangnya pada kita.

Bersabar. Saat mama mengomel panjang lebar, sebaiknya kita bersabar dan tetap menunjukkan rasa hormat. Sebaiknya tidak membalas perkataan mama saat itu juga, sekalipun kita merasa tidak nyaman, atau justru tidak setuju dengan pendapatnya. Tunggulah sampai mama agak "adem", bisa diajak berbicara, dan cobalah untuk mendiskusikan hal itu lagi. Jelaskan dengan baik topik itu dari sudut pandangmu, sehingga mama dapat memahaminya. Siapa tahu aja jika sudah jelas, mama justru akan paham.

Masih ingat kan girls, pada pepatah, surga ada di telapak kaki ibu? Nah, pastikan tetap respect pada mama sedahsyat apapun omelannya. Karena pada dasarnya nggak ada ibu yang menginginkan hal buruk pada anaknya.

Related Articles