Menu

Sex

HIV/AIDS Free!

 

HIV/AIDSBukan berniat nakut-nakutin nih. Tapi, pergaulan remaja masa ini memang berisiko tinggi. Coba deh jujur sama diri sendiri, berapa teman kita yang sudah ngobrol soal  aktivitas seksual, atau ngegunain narkoba? Kedua aktivitas itu diketahui sebagai cara paling umum seseorang terjangkiti HIV/AIDS. Bukannya gak tahu, atau kurang informasi sebenarnya. Kadang-kadang cuma gak peduli, dan gak waspada aja. So… biar lebih aware coba deh kita bahas bareng ya…

Apa itu HIV/AIDS?

AIDS - Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah kumpulan gejala yang dialami seseorang karena rusaknya sistem kekebalan tubuh. Gejala yang terlihat seringkali dikategorikan sebagai sakit; seperti batuk-batuk parah, demam, atau luka-luka yang sulit sembuh. Kondisi ini disebabkan oleh HIV - Human Immunodefiency Virus.
Jadi, ODHA – Orang Dengan HIV/AIDS sakit karena kekebalan tubuhnya rusak dan mengalami berbagai infeksi, tanpa bisa “melawan”. Infeksi inilah yang pada umumnya menyebabkan ODHA akhirnya meninggal.

Cara penularan HIV AIDS

Hingga saat ini diperkirakan jumlah ODHA di Indonesia telah mencapai 130,000. Heran, bisa sebanyak itu? Hal ini terjadi, karena proses penularan HIV/AIDS berlangsung akibat pertukaran cairan tubuh dari orang yang terinfeksi ke orang yang belum terinfeksi. Caranya adalah melalui

  • Hubungan seksual. Ketika hubungan seks terjadi, maka terjadi juga pertukaran cairan genital. Jika salah satu di antara pasangan yang melakukan hubungan seksual itu mengidap HIV, maka akan menulari yang sehat. So, sebaiknya hindari deh hal ini. Risikonya bukan cuma kehamilan yang gak diinginkan, tapi juga kemungkinan terjangkit HIV/AIDS. Serem kan!
  • Penggunaan jarum suntik atau sejenisnya. Gaya-gayan nih pengen punya tato atau piercing? Pastiin jarum yang digunakan adalah jarum yang steril, atau sekali pakai. Kalo gak mungkin menghidari keinginan ini, sebaiknya kamu melakukannya di tempat profesional yang bersertifikat. 
  • Narkoba. Data menunjukkan bahwa penyebaran HIV/AIDS di antara pengguna narkoba terjadi 3-5 kali lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena pengguna narkoba cenderung menggunakan jarum yang sama berganti-ganti. Kalo dulu hanya kecanduan dan risiko terkena hepatitis ancamannya. Sekarang inget baik-baik bahwa risiko HIV/AIDS juga mengintip kamu kalo pake narkoba. Jadi mending gak usah deh.

 

Naaah... udah lebih jelas kan sekarang. So, hindari deh hal-hal di atas, juga hal lain yang bisa membuatmu “deket” sama HIV/AIDS. Love yourself, say no to HIV/AIDS. Keep virgin be healthy!

Related Articles