Menu

Lifestyle Updates

menstruasi Halloween Ala Asia

Halloween Ala Asia

Perayaan Halloween sedang seru-serunya minggu ini. Momen yang menjadi festival internasional ini berasal dari dunia barat, tapi sebenarnya perayaan serupa juga ada di beberapa negara di Asia. Sekalipun dilakukan tidak pada saat yang sama dan memiliki prosesi berbeda, tetapi tujuannya sama, untuk menghormati arwah leluhur.

Obon Festival, Jepang
Perayaan ini paling mirip dengan Halloween, dan berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus. Selama "Festival Obon," keluarga-keluarga menyalakan api sebagai petunjuk agar para leluhur menemukan keluarga mereka yang masih hidup. Ini adalah tujuan utama Obon. Makanan khusus disiapkan dan lentera merah terang dengan lilin-lilin yang dinyalakan diapungkan di sungai dan lautan.

Di daerah pedesaan, di sekitar pemakaman, jalan dari kuburan ke rumah disapu dan rumah-rumah dibersihkan. Pada hari ke-13 sejak festival dimulai, akan didirikan sebuah altar dengan banyak sesajen makanan. Obor "api penyambutan" diletakkan di depan rumah dan di sepanjang jalan untuk membimbing dan menyambut arwah. Seringkali keluarga-keluarga memanggil pendeta untuk membacakan doa. Pada malam hari ke-15 "obor pembawa pesan" dinyalakan, untuk mengantar roh-roh kembali ke kuburan mereka.  Dulu, selama festival ini para gadis terlihat mengenakan Yukata (kimono musim panas) sepanjang hari, namun saat ini sudah tak banyak lagi.

Festival Hungry Ghosts, HongKong
Penduduk asli HongKong memilik perayaan sejenis Halloween yang dikenal dengan nama Festival Hungry Ghost. Festival ini rayakan karena penduduk negara pulau tersebut antara pertengahan Agustus hingga September. Diyakini pada periode tersebut roh-roh leluhur datang ke bumi, gelisah karena lapar. Jadi, tujuan festival ini adalah untuk memberi makan roh-roh tersebut. Caranya adalah dengan memberi sesajen, baik berupa makanan, ataupun berupa uang. Semua benda itu kemudian dibakar, sehingga menjadi bekal roh para leluhur di kehidupan akhirat mereka. Prosesi pembakaran sesajen ini biasanya berlangsung pada hari ke-15 festival.

Pchum Ben, Kambodia
Penduduk Kambodia memiliki perayaan arwah yang disebut Pchum Ben. Perayaan digelar sejak akhir September hingga pertengahan Oktober setiap tahun. Seluruh anggota keluarga biasanya berkumpul saat Pchum Ben, karena ini adalah hari libur keagamaan untuk merayakan kematian. Kaum perempuan membuat makanan khas berupa ketan manis dan kacang yang dibungkus dengan daun pisang, dan beribadah ke kuil dengan membawa sesajen sekeranjang bunga untuk menghormati leluhur mereka yang telah meninggal. Pada perayaan ini juga masyarakat Kambodia menyelenggarakan perayaan khusus untuk orang tua.

Teng Chieh, Cina
Di Cina, festival sejenis Halloween diselenggarakan dengan memberi sesajen pada arwah. Masyarakat melakukannya dengan cara meletakkan berbagai makanan dan minuman di depan foto-foto anggota keluarga yang telah meninggal, dan menyalakan api unggun, juga lampion sebagai penerang jalan ketika para areah melakukan perjalanan di bumi pada hari ke-15 sejak tahun baru. Masyarakat juga mendatangi kuil Buddha dan membuat perahu kertas yang disebut law boat dalam berbagai ukuran, untuk kemudian dibakar di malam hari. Tujuan membuat dan membakar perahu kertas ini adalah menghormati arwah anggota keluarga yang telah meninggal dan untuk membebaskan "preta",  roh orang-orang yang meninggal akibat kecelakaan atau tenggelam dan yang jasadnya tidak pernah dikubur, agar mereka bisa naik ke surga. Kehadiran preta di antara orang hidup dianggap berbahaya.

Chusok, Korea
Masyarakat Korea menyelenggarakan Chusok untuk berterima kasih kepada leluhur yang telah meninggal atas berkat dan hasil kerja yang mereka dapatkan dalam setahun. Saat Chusok berlangsung di bulan Agustus, keluarga-keluarga mendatangi makam anggota keluarga yang telah meninggal dan membawa persembahan berupa beras dan buah-buahan.

Sumber: ilikeevents.com

Related Articles