Menu

Reproductive Health

Menstruasi, Saat Tepat Berhenti Merokok

Jika selama ini menstruasi cenderung identik dengan ketidaknyamanan fisik yang dialami oleh perempuan, para peneliti dari Fakultas Kedokteran University of Pittsburgh, USA berhasil memastikan bahwa periode menstruasi dapat menjadi kesempatan emas yang dimanfaatkan perempuan untuk berhenti merokok.

Kesimpulan ini diambil setelah sekelompok peneliti yang dipimpin oleh DR. Kenneth A Perkins, yang juga seorang profesor ahli ilmu jiwa di universitas tersebut; setelah melakukan pengamatan perilaku terhadap 78 perempuan perokok.

Responden penelitian tersebut rata-rata berusia 38 tahun, dan mereka telah merokok antara 19 - 20 tahun. Setiap orang responden umumnya mengonsumsi 20 batang rokok per hari; dan setidaknya telah berusaha minimal 3 kali untuk menghentikan kebiasaan merokok. Para responden tercatat ikut serta dalam program dan kelas konseling berhenti merokok, tetapi hingga penelitian tersebut dimulai, tidak ada satupun di antara para responden yang benar-benar berhasil berhenti merokok.

Para peneliti memerhatikan bahwa gejala kecanduan nikotin, seperti depresi, serangan panik, moody, yang dialami seseorang diawal usaha berhenti merokok mirip dengan gejala pra menstruasi. Kondisi inilah yang menyebabkan para peneliti menginterupsi perilaku 41 responden dengan berhenti merokok tepat pada hari pertama menstruasi dan dilanjutkan hingga hari ke-14, dan hasilnya pada hari ke-15 kelompok responden ini berhasil meredakan kecanduan nikotin mereka, bahkan ada yang selama berhari-hari setelahnya tidak ingin merokok.

Sebaliknya 37 orang responden yang diprogram untuk memulai usaha berhenti merokok pada hari ke 14 siklus menstruasi mereka, atau ketika memasuki masa subur, hingga 14 hari ke depan, tidak terlihat mengalami gejala kecanduan nikotin yang mereda.

Its easy to quit, girls! Lets do it for the sake of our health.

Related Articles