Menu

Latest Research

Terapi Hormonal Untuk Mengatasi Migraine

Perempuan yang menderita migraine, termasuk migraine yang dialami menjelang menstruasi, dipastikan dapat menggunakan terapi hormon yang sama dengan jenis yang digunakan untuk mengatasi gejala menopause. Hal ini dipastikan setelah para ahli dari Albert Einstein College of Medicine di New York City memaparkan hasil pengamatan mereka terhadap 85.000 responden perempuan. Hormon terapi, tidak akan menyebabkan perempuan penderita migraine mengalami stroke dan gangguan jantung, sebagaimana yang dicemaskan selama ini.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anna Pavlovic, asisten Profesor di bidang Neurologi pada universitas itu. Menurutnya, para perempuan yang mengalami migraine dapat berkonsultasi dengan dokter dan memulai pengobatan dengan dosis yang rendah secara bertahap untuk mengobati migraine.

Related Articles