Menu

Sex

menstruasi Cairan cairan yang Melembapkan

Cairan-cairan yang Melembapkan

Sepanjang siklus reproduksi, tubuh cewek menghasilkan cairan. Cairan yang keluar dari vagina tersebut berbeda-beda setiap minggu. Kondisi ini terkategori normal, dan dipengaruhi oleh kondisi tubuh dan siklus menstruasi. Agar tak cemas, sebaiknya dipelajari perubahannya.

Pra-menstruasi. Cairan yang diproduksi cenderung berwarna putih atau sedikit keabu-abuan, menggumpal dan lengket. Cairan ini memberi informasi bahwa kita akan mengalami menstruasi. Warna keabu-abuan ini adalah sel-sel yang terdapat di dalam saluran vagina dan dibersihkan. Jika tidak disertai keluhan lain, seperti gatal atau iritasi, tak perlu khawatir. Cukup bersihkan vagina dengan air, kemudian keringkan dengan handuk bersih. Jangan gunakan sabun atau cairan pembersih apapun.

Saat menstruasi. Ketika mengalami menstruasi, cairan yang keluar dari vagina adalah darah, berwarna merah hingga kecokelatan; dan berlangsung selama 3 - 10 hari. Kadang ada juga yang terlihat seperti gel atau gumpalan. Itu adalah selaput dinding dalam rahim yang memang harus dibersihkan.

Setelah menstruasi. Saat menstruasi selesai, vagina berhenti mengeluarkan cairan. Tapi di minggu yang sama kadar estrogen cenderung meningkat. Vagina terlihat mengeluarkan cairan putih yang lebih pekat atau sedikit kekuningan. Kita biasanya enggak merasakannya tapi bisa melihatnya di celana. Warna kekuningan biasanya karena cairan ini terkena udara, atau bercampur dengan sisa urin di ujung saluran vagina, sehingga warnanya berubah.

Dua minggu setelah menstruasi. Sekitar 14 hari, terhitung sejak hari pertama menstruasi, dikenal sebagai masa ovulas. Cairan yang keluar dari alat genital adalah cairan putih bening seperti putih telur, dan agak lengket.

Tiga minggu setelah menstruasi. Pada saat ini, kadar hormon progesteron mulai meningkat. Akan terlihat cairan putih pekat, yang mirip dengan cairan di minggu ke-dua. Cairan ini akan terus diproduksi hingga kita memasuki fase sebelum menstruasi.

Produksi cairan-cairan ini akan terus berulang, sesuai siklus. Selama tidak tercium aroma menusuk dan terjadi gatal di area vagina, maka semua cairan ini terkategori sebagai cairan normal. Jika kamu terganggu dengan kelembapannya, gunakan saja pantyliner. Ganti setiap 4 jam, dan tidak perlu dikenakan pada saat tidur malam.

Related Articles