Menu

Latest Research

AKDR Hormonal, Kontrasepsi Alternatif

 

Bertahun-tahun dikenal sebagai jenis kontrasepsi non-hormonal, AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim atau dalam istilah medis aslinya disebut sebagai IUD (Intrauterin devices) bekerja dengan cara mencegah sel telur bertemu sperma, agar tidak terjadi pembuahan. Tetapi kini, telah beredar jenis AKDR hormonal atau disebut sebagai IUS (Interuterine system) yang dianggap lebih ampuh mencegah pembuahan, dan aman bagi perempuan. 

AKDR hormonal ini diproduksi oleh beragam produsen kontrasepsi. umumnya terbuat dari sejenis plastik yang lembut dan fleksibel. Memiliki batang bundar berisi hormon progestin. AKDR hormonal ini dimasukkan ke dalam rahim, seperti halnya AKDR biasa. 

AKDR hormonal ini bebas estrogen, dan hanya melepaskan sedikit progestin di dalam rahim selama 5 tahun, sehingga tidak mengganggu keseimbangan kadar hormon reproduksi akseptor, sebagaimana kontrasepsi hormonal pada umumnya. 

Selain mengandalkan progestin untuk mencegah pembuahan, bagian atas ADKR hormonal yang berbentuk T  atau angka 7 itu, menutup ujung saluran telur ke rahim, sehingga mencegah sel telur matang sampai ke rahim. Sementara itu progestin yang dilepaskan oleh AKDR ini memicu produksi cairan vagina lebih banyak di saluran vagina, sehingga menghambat jalannya sperma sampai ke rahim

Secara sistematis AKDR hormonal ini mencegah terjadinya pembuahan dengan dampak yang relatif minim pada penggunanya. Inilah yang menyebabkan AKDR hormonal ini disetujui oleh lembaga pengawasan makanan dan obat di Amerika (FDA - Food and Drugs Association) sejak tahun 2000. Sementara di negara-negara Eropa telah digunakan sejak tahun 1991. 

Di Indonesia, jenis AKDR ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu, tetapi yang sangat popular digunakan adalah AKDR hormonal berbentuk angka 7. Tertarik mencobanya? Anda dapat bertanya pada dokter Obgyn yang selama ini menangnani Anda. 

Related Articles