Menu

Latest Research

Vulvodynia

Sekalipun tidak umum, ada sebagian perempuan yang merasakan nyeri dan ketidaknyaman luar biasa di area vagina, namun setelah diperiksakan, tidak ada masalah apapun. Kondisi ini secara medis dikenal sebagai vulvodynia. Hingga saat ini, para ahli dan peneliti di bidang kesehatan masih melakukan penelitian tentang penyebab terjadinya vulvodynia.

Gangguan vulvodynia memengaruhi seluruh organ genital. Ada dua jenis vulvodynia.

  1. Nyeri yang dirasakan di seluruh area genital tetap bertahan, tidak hilang.
  2. Nyeri hanya pada bagian bukaan vagina saja, dan sering kali hanya terasa jika ada rangsangan, seperti tekanan atau gesekan.

Peneliti yang telah bertahun-tahun meneliti tentang vulvodynia menemukan bahwa gangguan ini tidak ada hubungannya dengan infeksi. Sebaliknya ini adalah akumulasi dari beberapa hal:

  • Gangguan atau iritasi syaraf
  • Respons sel syaraf vagina terhadap trauma
  • Faktor genetis yang menyebabkan respons sel vagina terhadap pembengkakan
  • Ketegangan otot
  • Alergi dan iritasi terhadap unsur tertentu
  • Perubahan hormonal
  • Trauma seksual
  • Penggunaan antibiotik yang berulang

Seperti apakah gejala vulvodynia?
Gangguan ini dapat dialami secara tiba-tiba, namun tidak bisa diprediksi kapan mereda atau berakhir. Dapat bertahan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Gejala yang sangat nyata adalah:

  • Sesasi terbakar, menyengat, nyeri
  • Nyeri, perih, tegang
  • Gatal.

Cara praktis meredakan nyeri

Data medis menyatakan bahwa vulvodynia dapat dialami perempuan dari semua usia. Diketahui kondisi ini dialami 200,000 dari 6,000,000 perempuan, prosentasenya lebih besar dialami perempuan berkulit putih. Jadi... kita tak perlu cemas berlebihan.

Related Articles