Menu

Latest Research

Menstruasi Dini Berisiko Menopause Dini

Penelitian terbaru menemukan fakta bahwa anak perempuan yang mengalami menstruasi di usia 11 tahun, cenderung mengalami menopause lebih cepat dibandingkan semestinya. Sedangkan perempuan yang mengalami menstruasi di usia  11 tahun atau kurang, dan tidak memiliki anak, mengalami risiko menopause dini.

Informasi tersebut dapat ditemukan pada the Journal Human Reproduction, edisi Januari 2017, dalam artikel yang ditulis oleh Gita Mishra, seorang profesor di bildang Life Course Epidemiology di University of Queensland, Australia. Menurut Prof Gita, penelitian tersebut dilakukan berdasarkan data dari 9 lokasi di 4 negara, yaitu; Australia, Inggris, Denmark dan Jepang, dan melibatkan 51.540 responden.

Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa rata-rata responden mengalami menstruasi pertama pada usia 13 tahun, dan mengalami menopause pada usia 50 tahun. Diketahui bahwa responden yang mengalami menstruasi pertama pada usia 11 tahun atau lebih muda, 80% cenderung mengalami menopause dini, dibandingkan responden yang mengalami menstruasi pertama lebih tua dari usia tersebut. Bahkan 30% di antara mereka mengalami peningkatan risiko menopause pada usia 44 tahun.

Hal yang dicemaskan ketika mengalami menopause dini adalah meningkatnya gangguan kesehatan serius seperti; POS, gangguan jantung, diabetes dan endometriosis. Menurut Prof. Gita, penting bagi perempuan yang berisiko mengalami menopause dini untuk memahami kondisinya, agar dapat melakukan antisipasi terhadap risiko-risiko kesehatan tersebut, dan mengatur pola hidup sejak usia belia, untuk mengantisipasi risiko yang dialami.

Di sisi lain, sehubungan dengan kesehatan reproduksi, perempuan yang berisiko mengalami menopause dini dapat membuat keputusan sehubungan dengan perencanaan kehamilannya.

Related Articles